SEMUA
AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH I
Pertengahan bulan
April tepatnya tanggal 23 tahun 2021 istri saya sempat mengecek kehamilan
dengan tes pack dan hasil tes tersebut adalah positif, walaupun posisi garis
hasil tes pack masih samar-samar tapi dilihat dari penjelasan keterangan dites
packnya sudah termasuk positif. Tak lama dari tes tersebut untuk memastikannya
kami ke klinik tempat faskes kami di BPJS tertanggal 26 April 2021. Hasil dari
pengecekan dengan menggunakan alat bantu USG belum tertihat dimonitor.
Kesimpulan awal dari cek up tersebut bisa dikatakan masih usia terlalu dini
kandungannya sehingga tidak terlihat.
 |
Hasil Tes Pack Positif
|
Selang beberapa hari
setelah cek di klinik Amelia lalu kami untuk mencoba cek di Bidan Bekti
tetangga sekitar rumah dan beliau pula yang menagani Farah saat dilahirkan
(klik di sini untuk lebih detailnya). Hasil dari tes USG di Bidan Bekti
dinyatakan hamil karena sudah terlihat kantong/rumah janin. Alhamdulillah yang
awalnya penasaran antara hamil atau tidak, kini sudah terjawab, yaitu hamil.
Setelah mengetahui
berita tersebut di atas istripun menjaga kondisi dengan baik. Karena hamil yang
sekarang ini ada beberapa perbedaan dan persamaan saat hamilnya Farah, yaitu
adanya flak-flak di awal. Inilah yang membuat istri ekstra hati-hati. Dengan
adanya flak-flak tersebut bisa jadi ada sesuatu seperti janin yang tidak kuat
menempel pada rahim sehingga menimbulkan flak-flak tersebut. Selang beberapa minggu
akhirnya sudah tidak timbul flak-flak lagi. Istripun rajin minum obat, vitamin
dan calsium yang dianjurkan oleh dokter ataupun bidan.
 |
Hasil USG positif
|
Kini usia kandungan
sekitar 8 minggu atau dua bulan. Alhamdulillah sudah masuk bulan kedua. Disela-sela
saya istirahat selepas pulang kantor Jumat tertanggal 28 April 2021 istri
mengatakan kepada saya “bahwasannya tadi istri mengalami flak-flak kembali”,
sayapun menaggapi hal tersebut “mungkin flak biasa seperti diawal-awal”. dan
istri mengajak saya hari Sabtu besok untuk cek up mengecek kehamilan kembali.
Saat Sabtu mau mengecek kehamilan, ternyata Bidan Bektinya tutup, akhirnya
tidak jadi atau ditunda.
Ahad 30 Mei 2021,
sore hari terjadi pendarahan yang cukup banyak pada istri. Istripun kaget akan
hal ini, kenapa ini dan ada apa ini...! akhirnya istri ke Bidan Bekti guna untuk
memastikan apa yang telah terjadi, eehhh ternyata bidannya masih tutup dan
akhirnya setelah sholat isya kamipun ke Bidan Bekti dan masih tutup juga dan
akhirnya kami ke Bidan Tuti yang berada di depan perumahan kami. Di sanalah di
USG, adapun hasil USG adalah: positif hamil hanya saja janinnya tidak berdetak
dan janin tidak berkembang. Untuk ukuran dua bulan, biasanya detak janin sudah
terdeteksi. Akhirnya Bidan Tuti menyarankan untuk cek ke klinik atau rumah sakit yang lebih lengkap
lagi baik menggunakan BPJS ataupun tidak.
Senin
31 Mei 2021 kami cek-up ke Klinik Amelia, setelah daftar dan hadir serta
menunggu ke klinik Amelia, ternyata dokter yang ditunggu-tunggu tidak bisa
hadir dikarenakan ada sesuatu. Lalu kami memutuskan untuk mencari tepat untuk
cek up yang mempunyai fasilitas USG 4 Dimensi. Istri sebelumnya sudah browsing
terkait tempat tersebut dan mendapatkan Klinik Bunda Sehat. Akhirnya kami
menuju ke lokasi. Sampai lokasi lalu daftar dan menunggu giliran dipanggil.
Tiba saatnya dipanggil sesuai urutan dan istripun menceritakan kronologisnya.
Tak lama kemudian barulah dilakukan pengecekan USG transvaginal (1). Hasil tes yang telah dilakukan adalah memang janin yang
ada di rahim tidak mengalami perkembangan dan tidak ada denyut ataupun suara pada
janin. Sayapun tidak bisa membayangkan apa yang ada dibenak dan respon
emosional pada istri saat mengetahui hal tersebut. Dokter yang memeriksa
istripun memberikan gambaran terkait apa yang telah diperiksa dan dianjurkan
untuk menindaklanjutinya, yaitu untuk memberisihkan apa yang tertinggal di
rahim dengan cara dikuret(2) Setelah hasilnya tahu dan sementara
sambil memikirkan tindakan selanjutnya, apakah dikuret ataupun dikasih
obat-obatan. Jika pertanyaan tersebut di atas sudah terjawab, bukan berarti
selesai pertanyaan, tapi justru akan menambah pertanyaan-pertanyaan baru
seperti jika misal dikuret, lalu mau pakai BPJS atau mandiri? Sementara untuk
tahun ini kami masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk bayaran sekolah
Fikri dan Faris karena ada biaya yang harus dipersiapkan untk kenaikan kelas.
Katakanlah kenaikan kelas Faris dari kelas 5 ke kelas 6 butuh dana sekitar
6.000.000 rupiah sedang Fikri sekitar 3.000.000 rupiah.
 |
Hasil Transvaginal menyatakna janin tidak berkembang
|
Hari ini selasa tertanggal 1 Juni setelah saya mengikuti Apel
hari lahir Pancasila kami kembali ke Klinik Amelia untuk mendapatkan surat
rujukan ke rumah sakit untuk diambil tindakan lebih lanjut. Usai mendapatkan
surat rujukan lalu kami langsung menuju ke Rumah sakit rujukan yaitu Rumah
Sakit Bella, tapi sayang berhubung hari ini tanggal merah, maka untuk
pendaftaran berobat diliburkan dan dibuka esok hari.
Hari ini sesuai
dengan rencana Rabu 2 Juni 2021 kami kembali ke RS. Bella pukul 6.30, seperti
biasanya diawali dengan proses pendaftaran berhubung masih masa pandemi Covid
19, maka perlu diskrining terlebih dahulu. Sebenarrnya dimasa pandemi covid 19
ini saya menghindari dari rumah sakit. Menurut saya rumah sakit itu tempat dari
(penyembuhan) penyakit karena semua orang yang sakit kumpul menjadi satu disini
apapun penyakitnya baik ringan hingga berat baik yang menular ataupun tidak
menular. Saat kami dateng saya pikir tidak seramai yang sudah-sudah ternyata
dugaan saya keliru, justru lebih ramai yang sekarang ini jika dibandingkan
dengan sebelumnya (belum masa pandemi covid 19). Apa kira-kira penyebabnya
yaa.. sayapun belum tahu. Lepas dari takut dan menghindari tapi mau tidak mau
saya harus juga mendatangi rumah sakit karena memang ada yang harus diambil
tindakan oleh ahlinya yaitu dokter. Proses pendaftran selesai dilanjut proses
pemanggilan hingga proses pemeriksaan oleh dokter. Istri mendapatkan jadwal
oleh dr. Renny Pratiwi, SpOG jam 10:00. Tiba giliran dipanggil, istri diperiksa
oleh dr. Renny, istripun menjelaskan kronologis kejadian. Pada kesempatan kali
ini istripun diperiksa kembali dengan USG transvaginal. Hasil dari pemeriksaan
dan USG transvaginal menyimpulkan sama dengan hasil sebelumnya. Dokterpun
menyarankan harus dikuret untuk tindaklanjutnya. Untuk hari ini hanya
pengecekan darah dilaboraturium serta tes swab antigen baik istri sebagai orang
yang mau dimbil tindakan dan saya sebagai orang yang menemami istri.
Alhamdulillah hasil swab negatif, artinya istri besok bisa diambil tindakan dan
sayapun dapet menemani istri. Selain swab istri diberikan obat untuk diminum
tengah malam nanti (00:00) dan istri dijadwalkan hari Kamis besok untuk melakukan
tindakan kuret. Pada tengah malam istripun meminum obat yang diberikan oleh
dokter. Efek dari obat tersebut membuat perut mulas dan istri sempat mengalami
gemetar. Setelah itu istri tidur, tapi tidurpun tidak tenang. Pada jam 2 dini
hari istri membangunkan saya dan mengatakan “untuk nanti berangkat ke rumah
sakitnya jam 5 pagi saja yaa..” dikarenakan istri sudah tidak tahan lagi dengan
kondisi yang dialami dan ingin cepet selesai pula. Jam 3.15 dini hari kami
bangun dan kami menyiapakan segalanya termasuk masak nasi dan lauk untuk anak
dirumah saat kami tinggalkan. Dan pukul 6:00 kami berangkat ke rumah sakit.
 |
Tes swab antigen dinayatakan negatif
|
Kamis 3 Juni 2021
jadwal kuret istri. Setelah sampai rumah sakit, lalu kami urus prosedur untuk
diambil tindakan. Setelah semua beres tinggal tungga panggilan. Sekitar jam 9
kami mendapatkan panggilan lalu diantar ke ruang tindakan. Diruang tindakan ini
juga masih ada beberapa pengisian form-form administrasi dan
penjelsan-penjelsan terkait proses kuret dan lain sebagainya. Kondisi istri
saat ini puasa baik makan dan minum, kecuali saat dikasih obat pada siang hari.
Untuk jadwal jam operasinyapun belum diketahui karena terkait dengan pembukaan
pula.
 |
Saat menunggu diambil tindakan
|
Kamipun menunggu proses tindakan dari jam demi jam sambari menayakan
kabar anak dirumah yang kami tinggal. Dalam menunggu tindakan ada juga
peristiwa saat istri ingin ke toilet, saat berjalan ke toilet istri kedinginan.
Istri memang tidak kuat dingin apalagi diruangan ber AC. Terasa kaku tubuh
istri saat kedinginan dan sayapun binggung dan takut terjadi apa-apa. Terasa
kini jam sudah menujukan pukul 3 sore dan pada jam ini suster melakukan
persiapan peralatan seperti beberapa peralatan alumunium yang cukup banyak
berbentuk sendok besar, alat penghitung detak jantung dan lain sebagainya. Kami berharap semoga saja tidak lama kemudian diambil tindakan karena selain
istri laper juga ingin cepat selesai pula tentunya. Sambil menunggu kepastian
akhirnya dokterpun dateng pada jam 17:30 dan mengambil tindakan kuret.
 |
Peralatan yang akan digunakan untuk kuret
|
Sayapun
pada saat itu dipersilahkan untuk diluar ruangan tindakan. Tak lama kemudian
saya dipanggil dan dipersilahakn untuk masuk kembali karena proses kuret sudah
selesai. Sayapun melihat istri saya masih belum sadarkan diri dan masih lengkap
dengan peralatan yang melekat ditubuhnya seperti selang oksigen, impus dan alat
penghitung detak jantung (Patient Monitor) yang masih terhubung pada jempol
istri. Melihat kondisi istri seperti ini membuat saya takut pula. Yaa takut
segalanya deh.. apalagi terdapat patient monitor dan selang oksigen yang masih
terhubung belum lagi suara yang terdengar dari monitor, mengingatkan akan
hal-hal tertentu seperti kematian. Menunggu proses pemulihan memang membutuhkan
waktu.


Setelah rada sadar saya coba untuk komunikasi dengan istri tapi masih
belum maksimal. Selain khawatir yang lain saya juga teringat saat siang tadi
istri merasakan laper. Karena untuk makan disyaratkan kondisi istri harus sudah
bisa duduk. Akhirnya istri sudah bisa duduk walaupun dengan proses berkali-kali
mencoba untuk duduk sambil saya bantu. Memang terasa berat badan istri saat
saya coba bantu mendorong ke depan untuk duduk seolah-olah badan tertumpu pada
tangan saya. Setelah sekian kali mencoba akhirnya istripun bisa duduk lalu saya
suapkan makan, tapi istri tidak selera dengan makanan yang ada karena istri
ingin makan makanan yang hangat. Saya coba untuk mencari bubur ayam disekitaran
rumah sakit dan tidak ditemukan yang menjual bubur ayam. Saya coba alternatip
yang lain seperti soto tetap saya tidak temukan karena hampir semua pada tutup
yang ada seperti nasi goreng dan pecel lele. Saya kaget, baru jam segini kok
jarang penjual dan toko-toko pada tutup. Saya pikir mungkin karena efek dari
pandemi covid sehingga tutup lebih awal dan berubah segalanya. Berhubung tidak
ada makan yang cocok lalu saya belikan gorengan yang hangat. Tapi sama saja
istri tidak berselera. Akhirnya kami putuskan untuk pulang saja deh selain
istri sudah sadar walaupun masih belum kuat. Kami pulang menggunakan grab car
dan motor tetap saya parkirkan di rumah sakit. Karena kondisi seperti ini tidak
memungkinkan pulang dengan mengendarai motor. Alhamdulillah sekitar pukul 21:30
sudah sampai rumah. Dirumah sudah ada bude, bulik dan sepupu tadi siang sekitar
jam 14 an tiba dirumah guna membantu dan menemani Fikri, Faris dan Farah. Saya
persiapkan makan istri hingga istirahat dan kemudian saya mandi dan menemin
istri istirahat dan esok harinya hasil
kuret yang diserahkan kepada kami, saya kubur dekat dan berdampingan dengan ari-ari
Farah.
 |
Hasil dari kuret, sengaja tidak diperjelas (mohon maaf, jika menganngu)
|
Dari kejadian
tersebut di atas tentunya menjadikan pelajaran bagi saya, istri dan keluarga.
Kami diberikan tiga anak lahir dengan normal dan tidak terkendala dan hal itu
harus kami syukuri, sedang sekarang rencana mau anak yang ke empat dan
mengalami keguguran diusia dua bulan, itupun harus kita terima karena sudah
takdir demikian, kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah.. Artinya
kita tidak punya kuasa atas sesuatu walaupun kita menginginkannya. Apalah kita
ini, terkadang yang besar itu hanya kesombongan dan keinginan kita yang neko-neko,
sementara untuk kuasa kita tidak punya daya dan upaya hanya pasrah/tawakal
setelah kita melakukan ikhtiar dan berdoa. Kalaupun keinginan baik kita tidak
tercapai (bukannya Allah tidak ingin
kebaikan atau kita tidak tahu/belum rencana Allah. Karena menurut kita baik,
belum tentu menurut Allah itu baik, atau sebaliknya) tentunya tidak ada yang
akan sia-sia semuanya akan ada ganjarannya termasuk apa yang telah kita
lakukan.

 |
Penguburan hasil kuret
|
Terkait dengan
kejadian tersebut di atas yaitu perihal kuret dan prosesnya yang dimulai dari
hari Ahad tertanggal 31 Mei-3 Juni 2021 ternyata disekitaran tanggal tersebut,
saya ada kegiatan yaitu saya ditugaskan oleh Kantor untuk Dinas Luar
rekruitmen ke Lhokseumawe Aceh
tertanggal 2-4 Mei 2021, berhubung dari pihak satgas Covid Lhokseumawe tidak
bersedia akhirnya pelaksanaan kunjungan ke Lhokseumawe dibatalkan dan saya
dikasih kesempatan untuk memilih tempat lain selain Lhokseumawe dan pada
kesempatan ini saya katakan untuk rekrut tahap ini saya tidak dahulu deh, nanti
tahap berikutnya saja saya ikut. Awalnya saya masih ragu-ragu apakah ikut atau
tidak, yaa hitung-hitung sebagai jalan-jalan ke tempat yang belum pernah saya
kunjungi pula apalagi saya suka travel cocoklah itu (dalam hati). Bahkan dua teman
saya juga ada yang ingin mengundurkan diri dari kegiatan tersebut dan keduanya
menawarkan kepada saya sebagai penggantinya, tapi tetap saya jawab “untuk tahap
ini tidak dahulu deh” dan ternyata hikmah dari kegagalan keberangkatan saya
bisa jadi kejadian tersebut di atas merupakan suatu jawabannya. Masyaallah itu terjadi atas kehendak Allah.


 |
| WA terkait tidak berangkat ke Lhokseumawe |
Rasa syukur kami
panjatkan kepada Allah yang telah memberikan segalanya pada kami sehingga
proses kuret berjalan dengan baik. Serta terimakasih pula kepada kakak dan
adek-adek saya serta mertua (orangtua kami) untuk supportnya. Tidak ketinggalan
pula dr. Renny Pratiwi, SpOG yang menangani kasus ini beserta RS. Bella yang
pelayanannya masih bagus seperti disaat penaganan Faris yang digigit ular.
1.
Untuk melihat
adanya kelainan pada organ reproduksi wanita, yaitu rahim, indung telur,
saluran indung telur, serviks, dan vagina yang dapat menyebabkan perdarahan
vagina, nyeri panggul, dan kemandulan. USG transvaginal juga dapat melihat
pertumbuhan kista dan jaringan abnormal lainnya pada rahim, seperti miom.
Selain itu, USG transvaginal juga dapat dilakukan saat kehamilan untuk
memonitor denyut jantung janin, serta melihat kelainan pada serviks yang dapat
mengakibatkan kelahiran prematur atau keguguran.)
2.
Kuret atau
kuretase adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Kuret
biasanya diawali dengan dilatasi, yaitu tindakan untuk melebarkan leher rahim
(serviks). Oleh karena itu, prosedur ini sering kali disebut
dilatasi dan kuretase (dilation & curettage).
Kuret dapat dilakukan dengan metode
pengikisan menggunakan alat berbahan logam ataupun metode penyedotan (suction) menggunakan alat
khusus. Dengan metode tersebut, jaringan dalam rahim akan dikeluarkan. Jaringan
yang akan dikeluarkan dari rahim (uterus) melalui tindakan kuret adalah
jaringan endometrium. Endometrium adalah jaringan berlendir yang membentuk
dinding rahim bagian dalam. Ketebalan endometrium akan berubah selama siklus
menstruasi. Endometrium akan menebal dan mengandung banyak pembuluh darah untuk
mempersiapkan kehamilan. Jika tidak terjadi kehamilan, dinding endometrium akan
luruh dan terjadi menstruasi.
Selain untuk mengeluarkan jaringan
endometrium, kuret juga dapat digunakan untuk mengeluarkan janin yang meninggal
akibat keguguran dan mengeluarkan plasenta yang masih menempel di dalam
rahim setelah persalinan (retensi plasenta).