ABG Pembunuh Bocah di Jakpus Tulis Curhatan soal Ayah

Jumat, 06 Maret 2020

ABG Pembunuh Bocah di Jakpus Tulis Curhatan soal Ayah, Ini Isinya 

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews

Jumat, 06 Mar 2020 20:21 WIB

Add caFoto: Curhatan ABG pelaku pembunuhan di Sawah Besar soal ayahnya (Ilman Nafi'an/detikcom)

Jakarta

Polisi menemukan sejumlah catatan tangan ABG N (15), pelaku pembunuhan bocah 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Curhatan itu berisi tentang ayahnya hingga sketsa wanita terikat.
"Kami menemukan ada curhatan pelaku di TKP, sedang kami dalami," kata Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto kepada wartawan di lokasi, Jumat (6/3/2020).

Curhatan pelaku itu dibuat di dalam sebuah buku bersampul motif batik. Coretan-coretan tangan pelaku menuliskan soal ayahnya, di antaranya "Please dad...don't make me mad, if you not want death. I will make you go to grave".

Kemudian ada coretan lainnya "My dad is my crush, i want to leave my dad or my dad is death".
Di lembar lain ada tulisan "Keep calm daddy bondage and give me torture". Pada bagian atas terdapat sketsa perempuan dengan kondisi terikat.

Foto: Curhatan ABG pelaku pembunuhan di Sawah Besar soal ayahnya (Ilman Nafi'an/detikcom)


Wakapolres Jakpus AKBP Susetyo Purnomo Condro mengatakan, bahwa gambar-gambar itu dilukis oleh pelaku. Susetyo menyebut pelaku sudah menggambarkan 'pembunuhan' sebelum mengeksekusi korban.
"Apa yang dilakukan hari ini sudah tergambar ini, adalah gambar seorang wanita dengan terikat," kata Susetyo.
Susetyo menyebut, pelaku juga cukup cerdas. Curhatan di buku, ditulis pelaku dalam bahasa Inggris.
"Pertama kami juga menemukan adanya papan curhat, anak ini cukup cerdas. Berkemampuan bahasa Inggris cukup baik dan dia mengungkapkan berbagai perasaannya itu dalam berbagai bahasa Inggris," kata Susetyo.
"Olah TKP berikutnya kami menemukan tulisan-tulisan tangan yang pertama adalah bagaimana kemampuan menggambar si tersangka ini cukup baik. Kemudian bagaimana ungkapan dia 'please dad don't make me mad'," sambung Susetyo.

Foto: Curhatan ABG pelaku pembunuhan di Sawah Besar soal ayahnya (Ilman Nafi'an/detikcom)

 


BANJIR TAHAP 2

Senin, 24 Februari 2020
BANJIR TAHAP 2

Begitu baca judul tersebut di atas, rasanya baru kemaren kejadian banjirnya, kok sekarang terulang kembali cepet sekali. Hari ini tanggal 24 februari 2020 terjadi banjir kembali. Untuk lokasi yang terkena dampak banjir sama halnya dengan yang di awal tahun walaupun banjir yang sekarang tidak separah seperti di awal tahun tapi berefek sama. Proses kejadiannyapun sama yaitu terjadinya hujan yang deras pada malem hari yang berakibat banjir pada pagi harinya.

Untuk sekitar wilayah rumah saya kondisinya seperti awal tahun yaitu tidak mengalami kebanjiran sedang untuk kantor saya, sama dengan awal tahun pula yaitu kebanjiran mendekati satu meter. Efeknyapun sama diliburkan selama dua hari atau dengan istilah cuti dengan alasan penting. Padahal sebelum sebelumnya baru saja selesai perbaikan dan segala macamnya, eehhh sekarang terkena banjir lagi (waduh sayang dong harus di rehab lagi, karena lumayan memakan dana doong). Akibat BBPLK sering terkena banjir, jadi terbesit dipikiran kami “jangan-jangan BBPLK Bekasi nanti di pindah ke Ibu kota baru yaitu di Kabupaten Penajam Kalimantan Timur hehehe” loh bisa jadi loh… kenapa tidak.. oohhhh NOOOO….

Untuk melihat gambar-gambar lainnya ataupun ingin tahu berita terkait BBPLK Bekasi via Facebook silahkan klik disini

Untuk banjir kali ini, posisi saya tidak berada dirumah karena saya sedang ikut upskilling di Hotel Harris Tebet. Walaupun fisik saya di Hotel harris tetap saja saya kepikiran dengan orang rumah takut terjadi apa-apa ataupun yang lebih parah dari yang sebelumnya apalagi saya tidak sedang dirumah. Seperti pada tulisan sebelumnya yaitu efek trauamatis yang masih melekat yang membuat kami takut. Apalagi selesai pelatihan masih lama yaitu tanggal delapan Maret.

Peserta Up Skilling

Pikiran saya saat ini terbelah menjadi tiga bagian yaitu: rumah, upskilling dan corona. Terkait corona memang baru awal-awal beritanya dan lokasinya jauh yaitu di Wuhan China. Tapi saat mendengar tayangan berita, cukup mengerikan atas kejadian virus corona ini. Semoga saja virus ini tidak menyebar ke luar terutama Indonesia walaupun kami yang disini sempat mendengar Virus covid 19 ini sudah masuk ke Indonesia yaitu mengenai dua orang penduduk Depok. Semoa saja tidak benar berita tersebut. 

Dinner Hotel Harris

Saat mendengar penyebaran dan akibiat dari covid 19 ini memang sangat mengerikan, makanya di beberapa negara melakukan apa yang disebut dengan LOCKDOWN atau jangan keluar rumah dengan tujuan memberhentikan penyenaran virus ini. Waduh, semakin ngeri saja. Karena untuk beberapa hari ini saya melakukan pulang pergi Bekasi-Tebet dengan mengunankan KRL dan grab. Wah mesti hati-hati ini, saat saya pulang dan berangkatpun serba menjaga jarak serta selalu bawa desivektan untuk kewaspadaan dan proteksi diri, semoga saja semuanya baik-baik saja aamiin.

Sekitaran Casablanca Sore Hari


https://www.facebook.com/371571782906406/posts/2910719878991571/