KEJADIAN ANEH

Jumat, 09 Februari 2018
KEJADIAN ANEH

Hari ini Jumat tanggal 09 Februari 2018 ada kejadian aneh yang saya alami. Adapun kejadiannya sbb:

Saya sedang melaksanakan pekerjaan opname di sekitar hotel kantor. Berhubung untuk mengopname pekerjaan di perlukan masuk kedalam dalam kamar hotel, hotel tersebut terdiri dari tiga lantai dan satu lantai lagi lantai merupakan tempat toren air. Dalama opname ini satu kamar hotel mewakili satu lantai. Kami dikasih 2 buah kunci yaitu kunci lantai satu dan kunci lantai tiga. Kunci lantai dua tidak dikasih karena sudah ada kamar yang terbuka. Setelah mendapatkan kunci, barulah kami berdua mulai opname pekerjaan. Kami memulainya dari lantai satu, kami lihat nomor kunci dan kamar cari kamar dengan nomor yang tertera di kunci. Pintu kami buka dan opnamepun kami mulai. Begitu lantai satu selesai diopname barulah kami beranjak ke lantai dua. Dilantai dua kami tidak memerlukan kunci karena  sudah ada pintu kamar yang dibuka. Kami cari kamar yang terbuka lalu kami mulai opname, begitu selesai barulah kami berdua ke lantai tiga (kami sambil mengucapkan "yuuk ke lantai tiga". Setelah mendekati lantai lantai tiga dan posisi masih ditangga, saya heran... kok lantai tiga seperti ini dalam benakku. Saya ingat-ingat lagi,  dan ternyata ini mah bukan lantai tiga melainkan lantai yang paling atas alias tempat toren air begitu pula dengan teman opname saya dari pihak pelaksana merasa heran...dia berkata berarti yang kita naiki tadi sebelum kesini lantai tiga dong.. Kamipun tak habis pikir kenapa bisa demikian..? kami berdua saat mengawali pekerjaa opname ini dalam kondisi sadar dan  terencana  kenapa bisa jadi begini yaa..?  akhirnya kamipun turun ke lantai dua untuk menghitung hasil pekerjaan yang akan di opname walau masih dalam kondisi percaya tidak percaya dengan apa yang barusan kami alami.  Setelah selesai melakukan opname barulah kami turun ke lantai satu dan meninggalkan area hotel. tersebut.

KEJADIAN ANEH YANG KEDUA
Setelah siangnya mengalami hal aneh tersebut, malamnyapun saya mengalami kembali. Kejadiannya di rumah tinggal saya persisnya di area samping rumah.  adapun kejadiannya sbb:

Saat ini kami (saya dan anak-anak) keluar rumah melalui pintu samping untuk melihat taman beberapa lama, setelah selesai melihat taman barulah kami masuk. Sebelum meninggalkan area samping ini, pintu saya kunci terlebih dahulu setelah itu baru kami masuk kerumah. Selang beberapa lama dan anggota keluarga kami  pergi kesamping tidak ada kejadian aneh, termasuk istri saya yang baru saja menghangatkan makanan untuk makan malam.  Setelah makan malam barulah saya ke samping dan saya terkejut, kenapa pintu samping terbuka? padahal sudah saya kunci sebelumnya. Awalnya saya pikir istri yang buka pintu samping agar adem tapi setelah saya tanya ke istri ternyata istri tidak membuka itu pintu dan saat istri menghangatkan makanan juga pintu masih tertutup.

sayapun berpikir ada apa ini dalam satu hari ada kejadian aneh dua kali. Ini artinya ada kekuatan lain yang menggerakan pintu serta ada kekuatan lain yang yang mengelabui kesadaran kami dan kenapa hal tersebut dapat terjadi. terutama yang mengelabui kesadaran kami. Karena hal tersebut terjadi sepertinya diri saya dan teman saya mengijinkan kekuatan lain untuk mengelabui kesadaran kami. Atau kaminya yang tidak terfokus dalam berdoa minta perlindungan dalam melaksanakan pekerjaaan tersebut.

OUTBOND/SOFT SKILL dan RASA SYUKUR

Minggu, 28 Januari 2018

OUTBOND/SOFT SKILL dan RASA SYUKUR


Aktifitas kita sehari-hari tentunya bervariasi dan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian aktifitas. Misalnya aktifitas kita saat dikantor itu terdiri dari apa saja, saat kita di rumah bersama keluaraga apa saja dan tentunya masih banyak lagi yang merupakan pengulangan aktifitas kita dimulai dari sehari-hari yang menjadi aktifitas yang berminggu-minggu lanjut berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun. Aktifitas tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap diri kita, seperti rasa: puas, menyenangkan, suntuk, jenuh sedih dan lain-lain. Saya sendiripun juga sempat mengalami hal tersebut di atas, apalagi disaat perasaan kita suntuk, jenuh atau sejenisnya, ingin rasanya lari dari kenyataan atau melakukan aktifitas yang kita senangi tanpa terkekang dan terbelenggu oleh suatu aturan baku, misalnya seperti pergi ke pantai, camping ataupun berpetualang dengan alam. Uuihh sungguh mengasyikana sekali jika hal tersebut dapat terlaksana.


Saat di Hotel
Alhamdulillah di Bulan tepatnya pada hari Kamis-Minggu tanggal 9-12 Maret 2017 saya mengikuti kegiatan soft skill, walaupun awalnya sempat ragu dan takut. Karena sebelum-belumnya ada pula kegiatan softskill yang pernah dilaksanakan seperti di Halim dan Ragunan yang dikelola oleh Militer dan kegiatan tersebut menurut teman-teman yang mengikutinya tidak pas untuk kita (megingat usia dan jenis pekerjan kita) dan menurut saya sendiri juga tidak pas setelah mendengar cerita-cerita dari teman yang mengikutinya, karena saya sendiri tidak mengikuti acara tersebut.. Nah itulah yang saya dan teman-teman takutkan, jangan-jangan sama seperti tersebut di atas. Tapi berhubung softskill yang di bulan Maret ini merupakan gelombamg ke tiga jadi sudah tahu jenis softskill apa yang akan dijalankan dari gelombang-gelombang sebelumnya. Softskill kali ini ternyata meneyenangkan seperti off road dan camping, woow bener nih seperti itu.
Tenda Penginapan
Siap-siap off Road


Sampailah pada hari yang ditunggu pelaksananaan softskill di lembang dan benar memang mengasikkan dan meyenangkan acara ini. Kita mendapat materi softskill yang bagus sekali untuk pengembangan ataupun mengupgrade pribadi kita menuju perubahan yang lebih baik itu untuk materi di dalam ruangan sedang untuk materi diluar ruangan seperti di alam terbuka, lebih menyenangkan lagi yaitu berupa camping dengan segala problematikanya serta offroad yang luar biasa sekali dan ini merupaka pengalaman saya yang pertama kali dan yang memang saya cita-citakan sebelumnya.

Persiapan makan pagi


Acara makan malam diiringi hujan rintik-rintik


Bersyukur saya mendapatkan kesempatan yang sangat baik ini, apalagi saya suka sekali dengan alam dan bahkan dalam hidup saya, saya senang dengan kata-kata ataupun kenyataan “menyatu dengan alam” entah kenapa saya suka sekali dengan kata-kata tersebut. Karena menurut saya alam itu memberikan pelajaran kepada kita semua dan alam itu tidak bisa disalahkan kalaupun ada bencana alam itupun sudah kehendak Allah ataupun memang kesalahan dari manusianya yang tidak mengharagai alam, seperti merusak ekosistem alam sekitar kita sehingga menimbulkan akibat dari kerusakan tersebut seperti kebanjiran, longsor, kebakaran dan lain-lain.Itu merupakan akibat dari sebab yang kita timbulkan.


Foto bersama Supriyanto (satu perjuanagan di awal masuk kerja)


Berkaitan dengan alam dan menyatu dengan alam (hehehe jangan disalah artikan), ada hal unik yang saya lakukan saat saya camping yaitu: di saat saya camping ataupun mendaki gunung bahkan naik menuju kawah ataupun air terjun,tentunya memakan waktu berjam-jam bahkan bisa seharian, itu semua memakan energy yang luar biasa apalagi dilakukan bukan dari kalangan professional dalam artian tidak ada latihan khusus yang dilakukan untuk mendaki gunung. Kalau dikatakan capai yaa memang capai dan dilanjutkan degan rasa pegal-pegal pada sekujur tubuh, tapi anehnya yang saya alami tidak seperti itu. Rasa capai yang saya alami tersebut tidak dibarengin dengan rasa pegal-pegal pada sekujur tubuh dan biasa-biasa saja. Padahal jika saya melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan dan memakan energy katakanlah seperti olah raga dan setelah selesai olahraga, maka saya akan meraskan sekujur tubuh saya akan remuk alias pegal-pegal yang seminggu kemudian barulah rasa pegal-pegal tersebut bisa hilang, tapi hal ini berbeda jika saya lakukan di alam ataupun digunung hal tersebut saya tidak pernah rasakan. Itulah mungkin energy alam yang menunjukan kekuatan Tuhan yang Maha Kuasa yaitu Allah. SWT.

Foto satu team sebelum pulang


Adapun outbond yang kami laksanakan disini adalah offroad yaitu mengendarai kendaraan jeep dilahan yang terjal penuh bebatuan yang besar serta kondisi tanah yang basah. Hikmah yang dapat saya petik dari offroad ini adalah sikap pasrah ataupun iklas dengan apa yang kita hadapi. Karena disaat kendaraan bergonjang-ganjing kekanan kekiri jika kita tidak pasrah, maka hal tersebut akan membuat tubuh kita terpelanting dan dapat menimbulkan cedera, karena kita melawan gaya yang seharusnya kita serah gaya. Pasrah disini tentunya juga dibarengi dengan tangan kita yang berpegang pada body mobil agar kita tetap aman dan terkendali. Kita tetap berpegangan pada body mobil sebagai sandaran kita jika diimpelmentasikan dalam kehidupan sehari-hari artinya dalam menggapai sesuatu, usaha harus tetap ada plus doa dan tawakal, hasilnya apapun tetap kita terima dengan iklas. Karena jika kita tidak iklas menerima hasil tersebut, tidaklah akan mengubah hasil tersebut. Tetap hasilnya sama hanya saja jiwa kita akan menderita karena tidak bisa menerima kenyataan yang ada.

Saat istirahat di pertengahan jalan
Ambil gambar dulu ahh..

Foto satu team saat offroad



Sedangkan outbond yang versi kedua yang dilaksanakan di bandung, tepatnya di Soreang Pengalengan pada hari Jum’at- Ahad tanggal 26-28 Januari 2018 berupa rafting dan paintball. Untuk yang pertama yaitu rafting atau istilahnya adalah arung jeram tidak kalah menariknya dengan offroad. Kalua di rafting ini kita ditantang oleh terjalnya air yang dikombinasikan dengan bebatuan-bebatuan yang besar. Maka dalam rafting ini kita diwajibkn menggunakan peraltan-peraltan tambahan seperti: Pelampung, Helm, sepatu, flip line, peluit dan tentunya perahu (boat). Disamping peralatan tersebut, kita juga harus dapat menguasai boat yang kita tumpangi dengan bantuan dayung dan gerakan-gerakan tubuh kita sesuai aba-aba atau tiupan peluit. Dengan demikian maka kitapun akan dapat mengarahkan arah dari boat tersebut dan tidak terjebak dibebatuan. Hikmah yang dapat diambil dari rafting ini adalah; rasa bersyukur dan takjub dengan ciptaan Allah, team work, kepemimpinan (patuh pada komando) serta keberanian (niat dan tekad yang kuat). Tanpa itu semua maka acara rafting ini tidak akan berjalan secara baik.

Ambil Gambar Sebelum Rafting dimulai

Rafting dimulai

In Action



Istirahat dahulu
 

In Action Part Two

Sedangkan outbond yang kedua dilaksanakan setelah rafting adalah paintball. Painball ini tidak kalah dengan yang saya sebutkan di atas. Dipaintball ini di perlukan keberanian, startegi, kepatuhan, energy, kecepatan dll. Karena yang kita hadapi adalah lawan yang mempunyai tujuan yang sama, maka siapa yang unggul dalam segalnay (apa yang sudah saya sebutkan di atas) merekalah yang patut menang. Ibarat seperti dalam peperangan, yang berhasil merebut bendera dan tanpa tertembak/selamat, maka team itulah yang dinyatakan menang. Dalan permainan inipun menggunakan senjata dan peluru karet yang berisi cairan berwarna. Jika peluru ini mengenai kita tanpa alat pelindung, jangan tanya sakitnya… makanya dalam paintball ini wajib menggunakan alat pelindung diri.





Perjalanan Sebelum Rafting


Alhamdulillah saya dapat merasakan permainan/outbond tersebut diatas dan tentunya rasa syukur saya kepada sang Penciptan Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk lebih mengenalMU melalui alam. Tulisan ini saya tulis merupakan ungkapan rasa syukur serta pemikiran tentang penciptaan alam semesta, apalagi saya suka sekali dengan alam seperti diawal tulisan saya yaitu“bersatu dengan alam”mengutip ayat Al’Quran Ali Imron ayat 191 “ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam kedaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini sia-sia, Maha Suci Engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka”alam semesta itu merupakan ayat-ayat kauniyah yaitu ayat atau tanda yang wujud disekeliling kita yang diciptakanoleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada dialam ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNYA yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan PenciptaNYA.

Saat Masih di Bekasi (hayoo, saya yang mana?)
Persiapan Berangkat ke Lokasi

Kebon Teh
Foto Bersama di Kebun Teh (saya dimana ya?)


kembali ke back to Nature

Ujian Sakit

Sabtu, 21 Oktober 2017


UJIAN SAKIT

10 DZULHIJAH 1438 H bertepatan dengan Jumat 01 September 2017 bertepatan pula dengan hari raya Idul Adha atau idul Qurban. Kami memutuskan untuk berqurban kambing di Pasar Minggu. harga seekor kambing seharga 2.500.000 rupiah alhamdulillah bisa terlaksana walaupun di uji dengan keraguan untuk tidak berqurban. kalau tidak sekarang, kapan lagi. Mumpung ada uang, apalagi tahun yang lalu tidak berkuban dan diniatkan tahun depan. ya sudah makin memantapkan saya untuk berqurban.

kenapa judulnya sakit tapi isinya qurban... hehehe (iya ya.. tapi ada kaitannya kok..). Setelah sholat id bersama pulang, makan lalu kami akan melihat pemotongan hewan qurban dilanjutkan jiarah ke makam ibu lalu pulang, sholat Jumat dan istirahat. Sambil istirahat, takala memperhatikan badan Faris ternyata ada beberapa bintik-bintik berair. ternyta bintik-bintik air itu adalah cacar air. kami sempat kuwatir karena keluarga kami belum pada belum kena cacar air (Fikri, Faris dan Farah) sayapun sempat ragu, apakah saya sudah pernah mengalami cacar air atau belum? akhirnya kami (saya, mamah, Faris dan Farah) pulang hari ini juga untuk mengantisipasi keadaan yang lebih berlanjut dengan mengendarai grab car.
Hari sabtu kami berobat dan benar ternyata Faris kena cacar air. Faris dikasih surat dokter selama seminggu tidak mengikuti kegiatan sekolah dan sayapun kuwatir akan menular ke Fikri, Farah ataupun saya sendiri, yang belum tau statusnya sudah pernah kena cacar air atau belum. Usai seminggu istirahat, barulah hari Senin tanggal 11 september Faris sudah mulai mengikuti kegitan sekolah. Alhamdulillah akhirnya tidak ada yang tertular cacar air. Hari terus berlalu hingga bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 15 September, saya mengalami tidak enak badan, badan demam, kepala senut-senut dan dada sesak dan bertepatan dengan hari ini pula, ternyata Fikri dan Farah sudah ada tanda-tanda kena cacar air dan hari sabtu pagi memang benar Fikri dan Farah terkena cacar air. waahh akhirnya menular juga cacar airnya. sayapun masih mewanti-wanti, apakah saya akan kena atau tidak? karena saya tidur bersama Fikri dan sering menggendong Farah, apalagi kondisi saya yang kurang fit untuk saat ini. akhirnya sabtu siang diwajah saya sudah mulai terlihat ada bintik-bintik gelembung air yang masih kecil dan jarang. saya coba untuk mempertahankan diri agar tidak tertular. Hari ini hari Ahad bintik-bintik berisi air makin membanyak dan makin membesar dan tidak bisa dipungkiri akhirnya saya terkena cacar pula. 

Untuk penyakit saya sendiri bahkan bukan hanya cacar air saja, seperti yang saya sebutkan diatas tadi yaitu demam, kepala senat senut dan dada sesak. Sampai hari ini yang masih terasa adalah sesak dan demam. Kami berharap apa yang kami alami ini merupakan bentuk kasih sayang Allah melalui penyakit bisa berupa untuk mengingat Allah, bisa berupa sarana untuk mengurangi dosa dan tentunya sarana untuk intropkesi diri. Walau penyakit ini tidak langka dan berbahaya dan dapat terjadi pada siapapun bahkan satu keluarga (seperti yang kami alami) tapi bisa jadi cara menyikapi akan kejadian ini akan berbeda-beda.

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kegigihan istri saya untuk tetap melakukan aktifitas sehari-hari, walaupun terasa cape dan berat. dari mencuci baju, mencuci piring, memasak, merapihkan rumah, mengepel, menyetrikan dll dilakukan seorang diri. belum mengasuh ketiga anak dua orang yang sedang sakit serta seorang bayi  (Farah). khusus untuk Farah memang perlu tenaga luar biasa untuk mengasuhnya seperti masak air untuk mandi Farah, mengobati penyakit cacar (kasih salycil dan saleb), menyuapkan, menyusui memomong jika rewel dan lain sebagainya. tentunya hal-hal tersebut tidak luput dari pengamatan Allah dan akan tercatat sebagai ladang amal kelak diakhirat aamiin.

Awalnya saya ingin mengakhiri tulisan ini, tapi ada sesuatu akan penyakit ini berbeda dengan yang lainnya. penyakitnya sih biasa saja tapi proses yang menjalaninya terasa berat sekali. Justru bukan disakit cacarnya melainkan kepala pusing. apalagi saat menjelang tidur dan bangun tidur. makin sering terjaga dari tidur maka akan makin sering pula terasa berat sekali penyakit ini (jadi inget saat kecil sakit). yang saya rasakan saat proses tidur adalah seperti: 

1.  Berasa ditunggu-tunggu ataupun semacam dikejar-kejar sebagai contoh saat baru       sampai kantor, saya harus menyampaikan data, sayapun binggung, data ini untuk apa, data apa, data darimana, berapa nominal datanya akhirnya dengan asal saya tulis sembarang data. ini sepertinya terlihat simple, tapi dalam kondisi seperti saya sekarang terasa berat sekali bahkan bisa dikatakan menyiksa. tiap kali saya terjaga yaitu proses tersebut di atas menulis data selalu terulang. sayapun berpikir dalam mimpi tersebut, siapa sih yang membuat awal kerjaan ini? yang saya simpulkan yang membuat diri terasa berat yaitu berpikir didalam mimpi, tau solusinya tapi tidak bisa bertindak karena hanya mimpi. 

2.  dipusingkan dengan aktifitas jual beli online. kenapa selalu muncul belanja   ini dengan tagihan  segini padahal tidak pesan. keluar dan masuk kamar sama kejadian seperti di awal belanja online dengan tagihan tertentu. kenapa mau sign out tidak bisa bisa? kejadianya biasa saja tapi kenapa yaa kok bikin pusing. terus dicobacoba tidak bisa padahal saya ingin tidur.

yaa mimpi tersebut berkali-kali datangnya, sayapun bangun tidur juga berkali-kali. pernah bangun jam 10:00 yang saya pikir sudah pagi. dari jam tersebut saya sudah beberapa kali bangun-tidur hingga jam 12 tengah malam, akhirnya merasa tersiksa saya coba untuk tidak tidur hanya duduk sambil bersandar hingga pukul 03:00 dini hari. yang saya rasakan justru lebih enak berdiam diri jika dibandingkan tidur.  kalau tidur yang datang masalah tapi kalau berdiam diri sambil duduk sandaranan tak ada masalah, paling-paling ngatuk nanti paginya.
Namanya juga penyakit pusing dan keseimbangan kita yang diserang jika pusat keseimbangan yang diserang ya sudah jatuh-jatuhnya juga keseimbangan pikiranpun dapat terpengaruh. jika pikiran sudah terpengaruh maka apaun dapat terganggu. Faktor usiapun juga berpengaruh terhadap suatu penyakit. karena usia saya sudah tidak muda lagi, maka penyakit yang saya alami ini terasa berat sekali. padahal dulu-dulu sakit yang lebih parah dari ini juga pernah tapi tingkat keberatannya atau tingkat kesusahannya tidak seperti yang saya alami sekarang.

oya pada point diatas ada tulisan jadi inget saat kecil sakit. cerita sedikit saat kecil. saat kecil yang saya rasakan adalah seperti titik titik kecil bisa juga serangga atapun semut yang jumlahnya banyak, dia bergerak memuutar-mutar. lingkaran lingkaran kecil lalu lingkaran-lingkaran besar dari jarak jauh yang terlihat kecil hingga lambat laun mendekat hingga tak tampak saat kecil hal inilah yang membuat saya terasa berat saat tidur dikala sakit.

Awalnya saya ingin mengakhiri tulisan ini dan sebelum diakhiri sayapun terkena penyakit baru lagi. Penyakit tersebut adalah badan saya terasa pegal-pegal, minta ampun rasanya. Baik badan bagian depan ataupun badan bagian belakang hal ini membuat saya tidak nyaman dalam beraktifitas dan tidak bisa tidur, karena serba salah, posisi begini terasa sakit, posisi begitu terasa sakit itulah yang membuat saya serba salah dalam segala posisi. Atas kendala tersebutlah membuat saya untuk berobat pada hari sabtu tanggal 30 September untuk memastikan apa yang terjadi pada diri saya. Saya berobat agar cepat ditangani, jika ada sesuatu. Kesimpulan setelah berobat, saya menderita penyakit lambung alias maag. Maag tersebutlah yang menekan-nekan dada saya sehingga sesak dan membuat badan pegal-pegal tidak karuan selain maag syukur alhamdulillah tensi saya juga tidak tinggi yaitu 120/70, hanya saja yang bawahnya rendah. Biasanya tensi saya sekitar 140-150 an, apalagi minggu-minggu yang lalu saya termasuk banyak makan daging kambing terkait hari raya Idul Adha. Saya pikir tensi saya akan naik dratis, ternyata tidak. Dihari tersebut saya berobat di dua tempat dan disimpulkan sama intinya sakit lambung alias maag. Hanya saja tensinya berbeda di tempat kedua tensi saya 110/70.

Setelah berobat dan minum obat ternyata kendala tersebut di atas tidak langsung hilang, butuh beberapa hari untuk perubahan. Untuk rasa pegal-pegal sekitar hari senin siang sudah mulai reda tapi muncul gejala yang baru yaitu badan saya terasa kebas atau ba'al seperti semutan terutama saat tersentuh oleh tangan ataupun baju dan ada juga perut terasa kencang menekan atau kembung.  Selain kedua hal tersebut yang saya rasakan ada hal lain lagi yaitu ketidakseimbangan badan saya serasa mau jatuh ataupun seperti lantai bergoyang. Hal tersebut terasa saat anggota badan saya bergerak seperti saat berjalan terutama saat badan saya ikut bergerak, maka keseimbangan saya akan hilang dan mudah terjaruh serasa lantai yang saya pijak bergerak. Saat hari selasa tanggal 03 Oktober saya masuk kerja dan berjalan kesana kemari serta naik turun tangga terasa sekali ketidak seimbangan badan saya, saya gontai jalannya dan akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke rumah.

Sungguh pengalaman yang sangat berharga sekali atas kejadian yang saya alami ini. Banyak hal yang perlu dibenahi terutama dalam pola makan, pola istirahat, gaya hidup dan rasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat sehat dan nikmat Islam. Begitu mahalnya sehat dan begitu menderitanya sakit dan kita tidak akan mau menukar nikmat sehat dengan penderitaan sakit tapi walau bagaimanapun kita harus tetap positif thinking apa yang kita alami termasuk sakit. karena sakit itu akan menghapus doda-dosa kita jika bisa menerimanya dengan iklas, artinya tidak ada hal yang sia-sia apa yang kita lakukan atau yang kita alami. Semoga penyakit saya ini dan penyakit-penyakit yang dialami keluarga saya ini menjadi penggugur dosa bagi kami semua aamiin. 

artikel yang berkaitan dengan yang saya alami silahkan klik disini