SETAN YANG KESETANAN

Selasa, 12 September 2017

SETAN YANG KESETANAN


Tidak tau setan yang kesetanan itu seperti apa siihh yaa.. apakah setan juga berlomba-lomba dalam berbuat kejahatan? apakah setan berbuat lebih kejam lagi karena tergoda oleh bisikan setan yang lainnya? tapi, sejahat-jahatnya dan sekejam-kejamnya setan, setan masih mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa (Allah. SWT) justru ada manusia yang semulia-mulianya mahluk ciptaan Allah masih ada saja yang ingkar kepada Allah. lalu apakah anak cucu setan juga menanggung dosa-dosa yang dikarenakan didikan dari bapak ibu ataupun nenek moyang mereka. bukannkah orangtua setan yang bertanggung jawab atas kesalaha-kesalahan anak setan karena ulah didikan dari para pendahulunya?


PR bagi saya nih ataukah memang sebenarnya pertanyaan-pertanyan ataupun tulisan tersebut tidak pantas dan tidak layak ditulis atau tidak masalah jika dipertanyakan..?

nb: gambar hanyalah illustrasi belaka

Tambun Utara Selasa 12 September 2017

REKRUITMENT SISWA PENCAKER DI BONDOWOSO

Jumat, 11 Agustus 2017
REKRUITMENT SISWA PENCAKER DI BONDOWOSO

Jadwal saya 3 hari ini 09-11 Agustus 2017 ini adalah kunjungan ke Bondowoso dalam rangka rekrutmen siswa pencaker. Seperti biasanya saya berangkat dengan menggunakan mode transportasi udara. Dalam menjalani tugas ini saya bersama dengan Destra Ritco, salah satu staff dikios 3 in 1. Saya berangkat dari bandara Soekarno Hatta transit terlebih dahulu di Bandara Djuanda Surabaya lalu dilanjutkan penerbangan tujuan Bandara Udara Notohadinegoro Jember. Kami Di jemput oleh teman teman dari Bondowoso diantaranya: Choirul Anwar, Faruq dan temannya satu lagi saya lupa namanya.

Bandara Djuanda Surabaya


Bandara Udara Notohadinegoro Jember  


Usai dimjemput dan makan siang lalu kami beranjak ke Disnaker Bondowoso. Disana kami berjumpa dengan kepala BLK Bondowoso bapak Yoyok dan Kepala Dinas Bondowoso . Usai menjumpai mereka lalu kami mendatangi BLK Bondowoso untuk persiapan rekrutmen esok hari. Usai itu semua barulah kami bermalam di hotel.

hari ini merupakan test rekrutmen peserta pelatihan. ada sekitar 30an peserta test pelatihan. Sebelum test dimulai ada sambutan dari kepala dinas setempat. Usai memberikan sambutan, barulah saya melakukan presentasi terkait rekrutmen peserta test. setelah presentasi barulah dilakukan test, termasuk juga test wawancara.


Saat pemaparan menegenai program boarding di hadapa Kepala Dinas

Test Tertulis yang di lanjutkan dengan Test Wawancara 

Saat wawancara banyak variasi jawaban yang tentunya sebanding dengan jumlah peserta test. Ada satu hal yang menarik saat saya melakukan test wawancara. Yang membuat saya menarik adalah karena jawaban dari yang saya wawancarai diluar dugaan saya sebagai pewawancara selain itu jawaban tersebut juga berbeda dengan jawaban teman-teman peserta test pada umumnya. Adapun pertanyaan saya saat itu adalah sekitar ijin dari orang tua terkait kepesertaan anak tersebut dalam test pelatihan, yang kedepannya jika di terima maka yang bersangkutan akan berada di tempat pelatihan (Bekasi) selama sekitar 1,5 bulan. saat itu saya kataka: "Apakah sudah dapat ijin dariorang tua?" dia menjawab "sudah mendapat ijin dari nenek" hmm dalam hati saya saat itu heran, yang saya tanyakan orang tua tapi kenapa di jawab nenek??. lalu saya pertegas kembali pertanyaan saya "saya menanyakan sudah dapat ijin belum dari orang tua, sebelum dia menjawab saya potong terlebih dahulu, aktifitas orang tua apa? terutama ibu.. dia jawab " tidak tahu karena saya belum berjumpa dengan ibu " kook bisa? sahut saya, lalu dia menjelaskan sbb " saat saya kecil, ibu bekerja sebagai TKW setelah sekian lama kehilangan contact dengan ibu saya. ari informasi kesana kemari termasuk agen yang memperkerjakan ibunya tidak ada kepastian dan hingga saat ini kabar berita tentang keberadaan ibunya tidak diketahui. Sejalan dengan waktu akhirnya bapaknyapun meninggal dunia, sehingga dia diurus oleh neneknya. `

Masih dalam proses wawancara, saat itu saya tanya ke dia " Jika anda diterima dan tinggal di asrama lalu ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan anda, misal ada makanan yang tidak enak, apa yang anda lakukan? " dia menjawab " bagi saya tidak ada makanan yang tidak enak, bagi saya semua makanan enak " muak jleeb rasanya saya saat itu. karena jawabannya diluar dugaan saya oleh kapasitas peserta test orang seperti dia. Saat saya wawancara dengan peserta lainnya jawabannya biasa biasa saja seperti: saya akan coba menerima hal itu, saya mungkin bisa jajan di luar, saya akan usahan menerimanya. Lanjut dengan pertanyaan saya yang kedua: " Jika anda diterima dan anda tinggal di asrama, ternyata kondisi asrama tidak sesuai dengan yang anda bayangkan yaitu kondisi asrama kotor. Bagaimana tanggapan anda menegenai hal ini? " dia menjawab: " saya akan membersihkannya, saya akan sapu lalu saya akan pel " untuk kedua kali saya kaget dengan jawaban peserta test ini. Karena dari jawaban-jawaban pesertra test yang lainnya belum ada dan tidak ada yang seperti ini.

Luar biasa memang peserta yang satu ini. Dari kondisi keluaganya yang tidak jelas, ditinggal ibunya tanpa kabar hingga detik ini. lalu tak lama kemudian Bapaknya meniggal dunia berlanjut ia di asuh oleh neneknya, hidupnyapun pas-pasan bahkan kurang mampu, tapi mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-teman peserta test yang lainnya. Tentunya hal ini merupakan pelajaran nyata bagi saya. Jangan menilai orang dari luarnya saja. sebenarnya saya sudah tahu teori ini tapi jarang sekali menemukan kejadiannya. Dan kejadian inilah yang mempertemukan anatara teori dengan faktanya.

Proses rekrutmen di Bondowoso selesai dan sudah ada hasil-hasil yang lulus dan selanjutnya akan berlatih di BBPLK Cevest Bekasi Semoga yang terbaik bagi mereka aamiin. Agenda selanjutnya kami kembali ke hotel karena hari sudah sore, sekaligus mempersiapkan untuk kepulangan esok hari.

Alun Alun Bondowoso


Hotel Penginapan

Hari ini hari terakhir di Bondowso, Kami pamit dengan Kepala BLK, Wakil Sekda dan Kepala Dinas terkait. kami di bawakan oleh-oleh khas Bondowoso yaitu tape singkong. Usai pamit, Kami pulang langsung tanpa transit ke bandara Djuanda .




Bandara Udara Notohadinegoro Jember  




nb: cerita yang berkaitan dengan gerbong maut Bondowoso


Kisah Nyata Gerbong Maut Versi Pak Singgih (nama penulis dan blog sama, bukan berarti orang yang sama, malainkan sama namanya)

nfobondowoso.tumblr.com

KISAH NYATA PERISTIWA GERBONG MAUT
( 23 NOPEMBER 1947 )



Dalam tahun 1947 saya menjadi pelatih silat – pencak B.P.R.I Bondowoso,waktu tanggal 21 juli 1947 Jam 4 sore kebetulan melatih anggota – angota dengan Takiari maka saya mendengar bahwa tentara Berlanda sudah ada di Prajekan, selanjutnya kabar itu saya beritahukan kepada angota –angota untuk bersiap menghadapi tentara belanda kalu mungkin masuk ke Bondowoso

Tanggal 21 juli 1947 tentara Belanda datang dari arah timur dari Prajekan semua Trip dan N.B. masuk ke desa Mandiro utara bondowoso diwaktu itu pimpinan N.B masih dipegang bapak Tjipto yang sekarang ada di Jakarta lalu ada salah satu dari anggota N.B. menyerahkan 3 peti isi peluru kepada saya kemudian saya simpan bersama dengan saudara Armidin desa Karanganyar.

Waktu itu saya terima juga vikers dari saudara Suwadi yang sekarang menjabat sebagai kapten di Bali, saudara Armidin juga menerima 1 pistol dari kawan kawan pedagang untuk dipegang kalu mungkin malam malam ada apa apa
Di waktu itu karena kawan – kawan menyebar di seluruh jurusan, maka setiap malam kami adakan serbuan ke kantor V.D.N.B. Kebetulan sekali kami mempunyai titipan peluru jadi dapat kami gunakan peluru tersebut.

Tangal 9 September 1947 istri saya mendjemur pakaian di luar rumah tidak mangatakan datangnya Belanda, tahu tahu Belanda sudah masuk di dalam rumah waktu saya menghitung peluru dan akan saya bagi kepada kawan kawan di dalam rumah ada 3 buah senjata karabian dan 2 pistol titipan dari kawan kawan tahu tahu Belanda sudah ada di belakang saya dan berklata : “ angkat Tangan “ lalu saya bewrdiri sambil angkat tangan dan Belanda bertanya “ Apa ini ?” aya menjawab “ ini senjata saya. Dapat di halaman rumah saya dan maksud saya akan saya serahkan kepada belanda..”
Belanda :” Bagus, kalau begitu saya bawa saja “
Saya menjawab :” Baik tuan “
Soenjoto (mata mata Belanda) :” Djangan tuan, Bondowoso yang bernama Singgih ya ini orangnya, memang gledaber ini orang, ayo dibawa ini orangnya”
Belanda :” O begitu, ayo Singgih ikut saya sekarang dan senjata senjata ini dibawa sekarang”

Sesampainya di Kantor karesidenan saya tidak dibawa ke kantor tapi dibawa ke rumah dekat kantor karesidenan dan dimasukkan di dalam WC selama 7 hari dan ditahan di WC tersebut. Dan untung juga waktu itu Babu (pembantu) juga kasihan kepada saya, kalau sore dan pagi diberi kopi dengan segelas Tjus.
Selama 7 hari karena istri saya khawatir kalau saya dibunuh maka istri saya punya akal, rumah saya dibakar habis kemudian pagi pagi saya di keluarkan dari WC dan dimasukkan ke dalam penjara. Didalam penjara sudah banyak kawan kawan di sana karena sudah ditangkap lebih dulu.

Tanggal 22 Nopember 1947 hari Minggu kami 98 orang yang sudah didaftar dapat pindah dan akan diterima di Surabaya. Sekitar pagi jam 7 dibolehkan karena ditepi jalan banyak keluarga yang melihat menjelang berangkatnya orang orang.
Pada tanggal 23 nopember 1947 tahu tahu jam 2 malam dibangunkan di suruh berpakaian dan antri di luar kamar kemudian dipangil satu persatu kemudian dapat tambahan dari tahanan V.D.N.B 2 orang menjadi 100 orang.
Jam 5 pagi berangkat ke stasiun bondowoso, di stasiun sudah tersedia 3 gerbong. Gerbong kesatu terdiri 28 orang , gerbong ini gerbong kecilm, gerbong kedua terdiri 34 orang dan merupakan gerbong agak besar, gerbong ketiga 38 orang dan ini adalah gerbong besar atau disebut gerobak gajah.

Waktu masuk ke dalam gerbong kebetulan saya melihat jam stasiun jam 5 pagi,. Setelah sudah masuk gerbong tidak langsung diberangkatkan karena masih menunggu kereta dari Situbondo, jam 8 pagi baru dating kereta dari Situbondo kemudian diberangkatkan. Didalam kereta saya merasakan panas apalagi ada kawan – kawan yang mengeluh pusing, sesampainmya di kalisat saya mendengar gedoran gedoran dari gerbong ketiga memberitahukan gerbong kedua bahwa sudah ada kawan kawan yang mati kurang lebih 6 orang lalu memberi tahu gerbong kesatu jadi terang bahwa sampai di kalisat sudah ada yang mati.

Dari itu saya usaha jangan sampai ada terjadi demikian maka saya dengan tangan besi kepada kawan kawan yang merokok saya pukul agar pakaian yang melekat dibadannya dibuka lalu diikat diatas atap agar supaya kalu kereta jalan dapat bergerak seperti kipas dan duduknya saya atur supaya menghadap ke kanan dank e kiri, jadi tidak ke muka dan ke belakang. Maksudnya kalau jalan hanya gerak mangguk mangguk jadi tidak ada ke kanan ke kiri agar tidak pusing kepalanya.
Di stasiun Djember kurang lebih satu setengah jam lamanya dan kawan kawan sudah mulai menggedor gedor minta air dan minta gerbong dibuka. Saya dengar dijdawab disini kita ada air sambil pintu dirapatkan lagi.
Didalam perjdalanan kebetulan sekali melewati daerah yang waktu itu hujan kira kira diantaranya Djatiroito Klakah maka saya memberitahu kepada kawan kawan semua harap buka baju dan dadanya saja suruh menempelkan di dinding kereta karena dinding kereta tersebut basah jadi kawan kawan semua menempelkan dada di dinding dari itu kawan kawan dapat rasa dingin sedikit.

Di Stasiun Probolinggo rupanya kawan kawan yang ada di gerbong ketiga sudah tidak begitu keras suaranya buktinya hanya suara minta tolong sambil berkata “ Tuan minta tolong air dan angina karena sudah banyak yang mati. Jawab dari Luar “ Bijar mati semua badjingan badjingan ini “. Waktu saya dengar suara begitu juga digerbong saya nomer satu juga sudah banyak kawan kawan yang tidak bergerak sama sekali lalu saya memberitahu kepada kawan kawan yaitu satu satunya pendukung yang paling baik yaitu marilah mohon poerlindungan kepada Tuhan yang Maha Esa dalam ajarannya kalau ajaranya agama Islam, kalau Kristen ya ajaranya Kristen, rupa rupanya kawan kawan setuju,. Di dalam perjalanan sya tetap menjaga kawan kawan yang sudah tidak dapat bergerak karena itu waktu saya sendiri tidak terasa apa apa dan tetap di luar gerbong dan kebetulan waktu itu saya merangkak karena gelap sekali, tangan saya dapat satu rambutan lalu saya kupas saja cuil cuil saja berikan kawan sedikit sedikit saja, saya masukkan dalam mulutnya masing masing, karena kalau saya berikan satu kawan tentu dimakan sendiri djadi lain lainya tidak kebagian, tidak lama saya dengar saudara Slamet karsono merintih merintih begini “ Pak singgih saya mati Pak Singgih “, serentak saya pergi ke suara itu, kebetulan sekali saya waktu itu kentjing lalu saya minumkan saudara Slamet tersebut lalu dia berkata “ Suwon Pak “. Saudara Slamet sekarang menjabat di kementrian social di Djakarta.

Sesampainya di wonokromo gerbong di buka, saya tidak tahu meloncat keluar dari gerbong, tahu tahu diluar sudah dijaga tentara Belanda dengan komplit senjatantya sambil berkata “ Akan lari kamu ?” saya menjawab “ Tidak, Tuyan “. Itu waktu saya lihat jam di stasiun jam 10 malam. Kawan kawan diperintah keluar dari gerbong ada juga merangkak ada yyang sudah tidak dapat jalan terpaksa saya tolong keluar dari gerbong, gerbong kedua terdapat 8 orang yang meninggal, gerbong ketiga semua 38 orang meninggal semua. Kawan kawan yang masih sehat kurang lebih 12 orang diperintah menurunkan yang meninggal, 1 mayat tidak dapat diangkat, 2 orang harus harus orang 8 karena mayat mayat itu ada yang mati duduk, ada yang kakinya gandengan dengan teman sampai ada yang gandengan denganh 3 orang. Selesai diturunkan di peron terdapat sebagai berikut yaitu yang meninggal ada 46 orang, yang sakit ada 12 orang,,yang lemas tidak kuat ada 12 orang,yang segar bugar ada 30 oran jadi jumlah semuanya 100 orang.

Setelah selesai dihitung orang orang yang tidak sakit disuruh mengangkat lagi kedalam truk yang tersedia terus dibawa ke Rumah sakit Karangmenjangan, sesampainya di rumah sakit kami lagi yang menurunkan dan mengangkat ke dalam rumah sakit. Jumlah yang tinggal di rumah sakit menjadi 46 orang sedang yang dirawat keadaan sakit keras 12 orang selainnya dibawa ke kampung Bubutan, sesampainya di bubutan kurang lebih jam 2 malam lalu kami di masukkan di los nomer 6
Sekian kisah njata dari saja.

Jang membuat Kisah njata


…………………………

Nama : Singgih
Tempat Tanggal lahir : Kediri, 03 Mei 1894 (perlu dikoreksi tanggal lahir terhadap tanggal kejadian)
DJabatan : Pensiunan Pertanian Rakyat kabupaten Bondowoso
Tempat : Djalan Olahraga 153 Bondowoso (Arman dhani/Dhani adisiswoyo)

sumber: http://forum.detik.com/kisah-nyata-gerbong-maut-versi-pak-singgih-t628729.html



REKRUITMEN SISWA PENCAKER DI LAMPUNG

Rabu, 05 Juli 2017


REKRUITMEN SISWA PENCAKER DI LAMPUNG

Hari ini Selasa sampai hari Kamis (03-05) Juli 2018, saya dan Pak Hismadi melakukan rekruitmen di Provinsi Lampung, Saya ke Lampung menggunakan pesawat garuda. Berangkat dari rumah, menggunakan Grab bike pukul 8.30, sampai terminal Damri  Kayuringin Pukul 09:00 langsung naik Damri ke Bandara. Sampai Bandara Sukarno Hatta pukul 10:30. Kami menunggu hingga peberangkatan pukul 12:40. Sampai di Bandara Raden Inten II pukul 13:50 disambung dengan grabcar menuju kantor Disnaker Prov Lampung dengan ongkos 104.000 rupiah


Hari Ini Rabu 04 Juli 2018 pelaksanaan test tertulis dan wawancara untuk untuk peserta pelatihan. Total pendaftar ada 12 orang terdiri dari 10 orang test kejuruan TIK dan 2 orang peserta kejuruan elektronika. Hasil dari kedua test tersebut yaitu untuk TIk ada 2 orang yang tidak lulus, sedang untuk elektro ada 1 orang yang tidak lulus. Setelah penjelasan secara teknis mengenai pelatihan dan dilanjutkan besok hari untuk pendaftran ulang. Setelah semua selesai, barulah kami kembali ke hotel.



Pembukaan test seleksi di ruang aula Disnakerans Provinsi Lampung



Pembukaan test seleksi di ruang aula Disnakerans Provinsi Lampung

Kamis 05 Juli 2018 Ini hari terakhir kami di Lampung. Siang ini kami di ajak oleh Ibu Indarti untuk makan bakso Sony. Info dari ibu Indarti, kalau ke Lampung, belum makan bakso Sony, kurang lengkap. Untuk Bakso Sony sendiri saya tidak asing. Karena teman kantorku juga ada yang dari Lampung dan menjual oleh-oleh khas Lampung saat di mudik. Tapi sayang di Lampung kami belum sempat jalan-jalan, rasanya kurang puas juga. Tapi mau bagaimana lagi..




Test seleksi masuk pelatihan BBPLK Bekasi

Akhirnya kami pamit jam 15:00 dan lanjutkan naik bus Bandara dengan tiket 25.00. sampai bandara Raden Inten II sekitar pukul 16:00, tepat pukul 17:00 pemberangkatan pesawat sampai bandara Sukarno Hatta pukul 16:00. Jam 8 naik damri sampai rumah sekitar jam 21:30.




Bandara Udara Radin Inten II

Ada cerita menarik dar Ibu Indarti, adapun certanya sbb: Ibu Indarti mempuyai 3 orang anak. Cerita yang menarik terdapat pada anak yang kedua. Pengalaman anak yang kedua ini memang menarik. Diusia yang relativ masih muda, sudah mandiri dan bekerja dari nol atau bawah. Di awali sekolah di Amerika selevel SMA. Berjalan satu tahu dan sisanya dilanjutkan di Jepang selama 3 tahun jadi total SMA selama 4 tahun. Setelah itu mulai bekerja dari office girl, bersih-bersih lantai, jendela dll di sekolah, hingga ngajar di sekolah tersebut. Pindah kerja lagi dan mulai dari bawah lagi kerjanya, hingga naik jabatannya. Setelah punya pengalaman barulah beranjak ke jenjang yang lebih tinggi. Sekarang sedan mendalami Bahasa Mexico karena punya rencana kan berangkatbke Mexico dan menetap disana. Sebenarnya masih ada beberapa cerita yang menarik, hanya saja saya lupa secara detainya.

Note:
Terkadang kita dikasih kemudahan untuk melakukan kebaikkan tapi terasa berat untuk melakukannya dan ada pula dikasih kesulitan untuk melakukan ketidakbenaran tetapi kita gigih untuk meraihnya

Cukup pengalaman buruk satu kali saja deh, selebihnya adalah keberhasilan dari pengalaman buruk tersebut..

My tweet in Badar Lampung 05 Juli 2018




Membongkar Rahasia Keberuntungan Menurut Ilmu Fisika

Sabtu, 06 Mei 2017


Top of Form
Bottom of Form
Membongkar Rahasia Keberuntungan Menurut Ilmu Fisika 

Dalam ilmu fisika dikenal hukum kekekalan energi yang berbunyi, "Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya mengalami perubahan bentuk.". Energi selalu berubah, keluar dan masuk melalui bentuk. Ilmuwan jenius Albert Einstein menemukan teori relativitas yang dirumuskan E=mc². Dari rumus ini terlihat bahwa massa tidak lain adalah energi yang membeku, sedangkan energi adalah materi yang dibebaskan. Massa/materi dan energi adalah sama atau equivalent, perbedaan hanya terletak pada keadaan temporernya. Segala sesuatu yang ada di alam semesta, meskipun terlihat sebagai materi, sesungguhnya semua itu adalah manifestasi dari energi. 

Selama ini orang memahami bahwa keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tiba-tiba atau tidak bisa direncanakan. Meski ada benarnya, namun semua itu tidaklah mutlak benar. Tidak ada suatu peristiwa yang kebetulan di dunia ini. Segala sesuatu terjadi atas dasar sifat keadilan Tuhan yang akurat, presisi, metematis, tidak memihak dan tidak pilih kasih. Tugas manusialah untuk bisa belajar dan memahami bagaimana cara kerja dari hukum alam semesta. Alam semesta ini diciptakan dan digerakkan oleh energi illahi. Tuhan adalah sumber dan asal dari semua energi maupun materi di alam semesta ini. Tuhan juga sebenarnya yang menjadi tujuan dari segala pergerakan energi dan materi yang ada di alam semesta ini. Kemalangan dan keberuntungan merupakan manistasi dari energi. Tidak ada yang hilang percuma didunia ini. Segalanya akan berputar kembali dan menciptakan sebuah siklus. Jika anda menginginkan keberuntungan selalu mendatangi kehidupan anda, maka jagalah selalu energi pikiran, perasaan dan perbuatan yang positif, supaya menghasilkan hal yang positif pula.

Rasa cemas, takut dan khawatir ternyata menjadi penghalang terbesar dalam upaya mewujudkan keberuntungan. Menyangkut keberuntungan ada konsep yang diberi nama Mestakung (Semesta Mendukung). Dalam fisika dikenal istilah Fenomena Kritis (Critical Phenomena) dimana terjadi sebuat proses pengaturan diri yang terjadi pada suatu kondisi kritis. Konsep Mestakung mengajarkan bahwa pada suatu kondisi kritis segala sesuatu akan bersatu dan bekerjasama agar bisa keluar dari kondisi kritis tersebut. Dalam pengertian ini, apabila kita bisa menyatukan seluruh upaya fisik, emosional, mental, dan spiritual maka terciptalah sebuah kondisi kritis yang sanggup menciptakan sebuah terobosan, ledakan, keberuntungan, bahkan sebuah keajaiban. Seluruh Alam Semesta akan membantu dan mendukung kita didalam proses tersebut. dalam bahasa Joe Vitale, "Maka alam semesta akan menyusun ulang untuk dirinya sendiri". Akumulasi dari energi fisik, emosional, mental, dan spiritual yang kita lakukan akan muncul dalam sebuah bentuk yang biasa disebut sebagai Takdir atau Nasib. Bisa berupa sebuah Keberuntungan atau Kemalangan. 

Dalam dunia Psikologi dikenal istilah efek Pygmalion. Efek ini adalah sebuah ramalan yang terbukti dengan sendirinya karena faktor kepercayaan yang sangat besar. Apa yang kita percaya, itulah yang akan terjadi. Efek Pygmalion membuktikan bahwa segala sesuatu dimulai dari pikiran. Seseorang menjadi sehat atau sakit juga karena dari pikiran. pikiran bisa mendatangkan kebaikan ataupun keburukan dalam kehidupan seseorang. Dari pikiran itu pula nasib seseorang ditentukan. Orang yang dalam hidupnya cenderung memiliki pikiran-pikiran positif akan memiliki kemungkinan yang besar mendapatkan keberuntungan. Tetapi orang yang selalu dipenuhi pikiran negatif, maka kesialan dan nasib buruk akan selalu menyertainya. Sama halnya dengan hukum Law of Attraction, bahwa sesuatu yang serupa menarik hal yang serupa pula. Jadi penting sekali bagi kita untuk selalu menjaga agar pikiran, tindakan, dan perasaan kita selalu positif kapanpun dan dimanapun kita berada. 

(Sumber: Liberty)


BERSYUKUR


Intan XiuZhee bersyukur , bersama Lisa Angrainy dan 2 lainnya.



28 April pukul 11:18 ·



Dear SahabatKu,



Sabtu, 22 April 2017, Pukul 22.00 WIB, saya mengalami kejadian yang benar-benar diluar dugaan saya, akibat kecerobohan saya, saya harus menjalani kehidupan tidak seperti biasanya.. Mata saya tidak dapat terbuka, setiap saya mencoba membuka mata, hanya terlihat bayang putih seperti kabut, dan tak lama mata saya pun berair.. Saya hanya mencoba meneteskan Obat Tetes Mata dan berharap besok pagi mata saya kembali normal..



Minggu, 23 April 2017, Pukul 03.00 WIB, saya terbangun karena tangisan "pangeran kecil" yang haus dan minta nyusu.. Namun, saya kaget, ternyata mata saya masih tidak bisa dibuka.. Saya menyusui anak saya dalam keadaan mata tertutup dan menangis.. Saya mencoba minta untuk direbuskan air sirih oleh Kakak saya, berharap setelah direndam dgn air sirih, mata saya menjadi lebih baik..



Minggu, 23 April 2017, Pukul 06.00 WIB, saya kembali terbangun, tapi mata saya tetap tidak bisa terbuka.. Keluarga mencoba cara tradisional dgn rendaman air sirih kembali, tp hanya perih yang saya rasakan. Suami dengan sigap langsung membawa saya ke Rumah Sakit Khusus Mata di daerah Medan.. Dengan kondisi mata berair dan tertutup, saya dituntun menuju mobil.. Mama menyuruh saya untuk tetap beristighfar, tp Sepanjang jalan saya berfikir "Ya Allah, apakah saya akan menjadi Buta..??? Saya belum sanggup terima hal terburuknya.."



Pukul 10.00 WIB Sampai di Rumah Sakit, saya lekas dibawa ke Emergency.. Dokter memeriksa mata saya dan menyatakan bahwa "Kornea mata saya luka dan mata saya harus ditutup dengan perban hingga kontrol selanjutnya pada hari Kamis, 27 April 2017".. Ketika ditanya, apakah saya akan menjadi Buta? Dokter blg "Insya Allah tidak, krn kamu cepat dibawa dan mendapat penanganan yg tepat, seandainya kamu tetap merendam mata dgn air sirih, mungkin mata kamu malah jadi bernanah dan itu bisa menyebabkan kebutaan.." Masya Allah.. Dokter pun memvonis saya untuk "TIDAK MENGGUNAKAN SOFTLENS SEUMUR HIDUP"..



Kamis, 27 April 2017, Pukul 10.00 WIB, perban mata saya dibuka, dan perlahan-lahan saya dapat melihat dunia ini kembali.. Alhamdulillah.. Allah masih memberikan kesempatan pada saya..



Ya sahabat, saya adalah salah 1 pengguna Softlens atau Kontak Lensa.. Sehari-hari saya memang menggunakan Kacamata, namun karena hari itu adalah Resepsi Pernikahan Adik saya, sehingga saya menggunakan Softlens, Softlens ini baru, tapi entahlah knp bisa hal ini terjadi.. Saya mengambil hal positif dari kejadian ini, bahwa saya harus lebih banyak bersyukur atas nikmat yg diberikanNYa..



5 hari menjalani kehidupan tanpa melihat sungguh tak bisa saya ungkapkan lagi bagaimana rasanya.. Saya harus bergantung pada orang lain, bahkan untuk mandi saja saya harus dibantu..



Ini hanya sekedar cerita kisah nyata yang saya alami untuk menjadi pengingat sahabat-sahabatku.. Boleh dishare ke kerabat atau keluarga yang kalian sayangi..

Syukuri apa yg ada, Sahabat.. Tuhan telah memberikan kita Nikmat Penglihatan, dan itu sungguh luar biasa.. Percayalah, tanpa Soflens, kalian juga sudah cantik Kok..



With Love,





- Intan -