Pengalamam Sakit Tak Sadar

Kamis, 18 Juni 2015
kamis 18 Juni 2015
Pada saat ini saya sedang melaksanakan Diklat di PU suratmo Jakarta dari tanggal 14-20 Juni 2015. pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015 saya pulang ke Pasar Minggu. sama seperti biasanya saya pulang bersama teman-teman dengan menggunakan kereta. pada hari ini pula bertepatan dengan Bulan Ramadhan hari pertama sayapun buka dikereta dan dilanjutkan dirumah. rutinitas saya lakukan seoperti biasanya tnpa masalah. setelah buka dan aktifitas lainnya, saya tertidur dan bangun sekitar pukul 10 malam, nah disinilah baru terasa hal yang belum pernah saya alami.saya blank dan lupa segalanya dan antara sadar dan tidak. saya terus ke kamar Mbak Ani dan mengatakan jk saya blank dan lupa peristiwa yang pernah saya alami. lalu saya dibawa ke RS Fatmawati malam itu juga hingga pukul 02 dini hari. Saat dibawa kerumah sakitpun saya inget-inget tidak. Yang saya inget kala itu maba Ani ke rumah Mba Ayu, saya pake jaket yrus kedepan jika tidak salah ada Arzan saat mau panggil taxi. Saat di taxipun saya sadar tidak sadar. Saat macet saya berharap agar cepat-cepat samapi tujuan. Menururt cerita Mba Ani dan Dek Apin saya berobat hingga sampai jam 2 pagi. Saya ditanya2 dokter perihal yang saya alami serta disuruh tes angkat kaki dan tangan, itupun saya lupa jk tidak di ceritakan.

Akhirnya samapi rumah juga walaupun detail kejadiannya saya lupa. Sampai rumahpun saya banyak tanya menurut cerita kakak dan adek serta yang saya inget. Diantaranya.
1.  Saya lupa ini bulan Ramadhan atau tidak
    Ini Ramadhan ya? Dijawab iya. Ramadhan kyhari ke berapa ya? Di jawab hari kedua. Dan pertanyaa       ini   saya ulangi benerapa kali saat diselingi dengan pertanyaan2 lainnya.
2.  Lupa posisi anak dan istri.
    Fikri ma Faris dimana ya? Dijawab Fikri dan; Faris ke Serang. Saat itu sebelum Singgih Pelatihan         Fikri,Faris serta Ambar ke Serang. Saat itu merasakan saya takut tidak jumpa dengan keluarga lagi (saya   meninggal dunia). Lalu saya menitipkan Fikri &Faris agar di jaga &  rawat baik2. Saya takut jika saya meninggal tidak ada yang merawat Fikri, Faris, maka saya nitip dengan sangat kepada Mba Ani dan Dek Apin.
3.  Lupa aktifitas sebelumnya.
    Sebelumnya Singgih ngapain ya? Singgih ikut pelatihan di PU dari hari Minggu dan Singgih pernah
    nginap disana dan pulang ke rumah.

Dari hal tersebut diatas saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengingat2 kembali (memulihkan ingatan). Hingga akhirmya kamipun saur. Proses selanjutnya saya lupa yang saya ingat tau2 sudah pagi hari (menurut cerita saya ke kamat dan tidur).

Jumat 19 Juni 2015. Saya bangun pagi dan masih blank lalau saya ceritakan ke Mba An & mereka ( Mba Ani &Dek Apin) bersedia untuk mengantar. Lalu saypun mandi, saat dikamar mandipun saya masih blank & goyang jk bergerak serta sadar tak sadar antara ada & tiada. Kami naik taxi & saya berharap cepat samapi tujuan agar dapat diproses, walaupun saya sadar tidak sadar. Alhirnya sampai dan proses mendaftar dsb sambil antri. Saat ngantri ini kesadaran saya tumpang tindih & saling bergejolak. Ada beberapa bayangan/halusinasi atau apapun namanya bercampur aduk dan silih berganti. Afapun yang saya rasakan saat itu adalah:
1.  Ini bulan Ramdhan dan pas hari Jumat. Wah ini hari baik nih ( meninggal di hari Jumat). Apa sekarang  saja ya.. Pas ini. Pikiran ini silih berganti. Pikiran ini hilang di ganti dengan perasaan yang lain nanti perasaan yg tadi muncul lagi.
2.  Saya melihat almahum Ibu dan Bapaku dan mereka memanggil saya ( sini kemari2)
3.  Disaat perasaan tsb diatas muncul, lalu silih berganti dengan ada seorang pria dengan berjubah  
    putihnya.
    Dia melambai-lambaikan tangannya dan mengajak saya untik bergabung dengannya. Sini kemari, disin    enak, nyaman dan adem.
4.  Lalu muncul dengan perasaan selanjutnya yaitu adanya keluargaku (istri dsn 2 anakku) disana yang
   sedang menunggu.

Ke empat perasaan itu silih berganti muncul disaat saya tidak sadar. Disaat saya sadar banyak juga yang saya lakukan walaupun hanya sesingkat-singkat karena takut kehabisan waktu. Dianataranya yang saya lakukan adalah:

1. Saya berkata ke kakak adek saya, masih lama tidak? Dan saya menceritakan apa- apa yang saya alami  
   dengan kejadian saat saya tidak sadar. Tiap2 kejadian saya cerita sambil menunggu peristiwa yang lain   
   terjadi dan sya ceritakan lagi. Saya tidak tau apa yang dirasakan kakak dan adek saya saat sy cerita  
   kejadian yang menimpa saya.
2. Saya nitip pesan jika saya meninggal, saya nitip pesan agar rumah yang di Bekasi di jual saja, uangnya hasil jual di bayarkan untuk hutang-hutang, sisanya disumbangkan Dan sisanya lagi untuk leperluan anak dan istri saya. Hal inipun saya smsin ke istri saya dan saya juga sempat nelpon ke istri dan mengutarakan hal itu. Saat ini istri Saya sedang dalam perjalanan ke Pasar Minggu dari Serang
3. Membalas dan mengangkat telpon dari teman berkaitan dengan hal tsb di atas.

Selain hal tersebut diatas saya juga sambil mendengarkan murotal al quran dan sambil berzikir terus menerus. Mendengarkan murotan- zikir, zikir-mendengarkan murotal. Ya disinilah yang mendatangkan ketenangan dan kenyamanan. Entah bagaimana prosesnya tapi yang dirasakan seperti itu, berhenti sebentar saja terasa tidak nyaman. Dan disinilah merasakan Tauhid.. Ya Tauhidlah yang kita perlukan. Laillahail llahah Muhammadarasulullah (tiada tuhan selain Allha dan Nabi Muhammad utusan Allah. Sayapun mengatakan hal iu pada Aprin sambil mengacungkan jari manis sebagai Tauhid. Yang saya rasakan lainnya adalah, unsur yang dapat menolong kita. Yaitu tiada yang dapat menolong kita selain amal kebaikan kita. Kitantidak dapat merekayasa atau memanipulasi agar keburukan kita tidak terlihat yaa sama sekalintidak akan bisa, semuanya cermat secermatnya dan anggota tubuh kita inilah yang akan menjadi saksi prilaku kita saat didunia. Konspirasi itu hanya ada didunia sedang jangan harap kita dapat melakukannya dikehidupan selanjutnya.

Setelah mencermati hal-hal tersebut diatas terbesitlah untuk bermohon kepada yang maha kuasa Allah untuk diberikan kesempatan sekali lagi atau diberi kesempatan hidup. Yaa semua kejadian diatas berulang rulang baik yang sada ataupun yang tidak sadar. Oya pada saat ini adek saya yang laki ( Kuncoro) datang juga dari Bandung, untuk memberikan dukungan semangat kakaknya. Hingga akhirnya giliran saya dipanggil antrian dokter. Dokterpun tak banyak komentar karena belum adanya data data teknis dari lab. Atas dasar inilah dokter memberikan rekomendasi untuk uji lab. Adapun uji laab yang direkomendasikan adalah: tes darah, CT Scan, EEG.. Hasil dianogsa dokter kala itu, saya tekanan darah tinggi yaitu 160 serta pengentalan darah. Hari ini telah selesai dilanjutkan esok hari lalu kamipun pulang ke rumah. Alhamdulillah di rumah sudah ada keluarga saya. Begitu senangnya saya dapat jumpa dengan keluargaku lagi. Rasa kangen ku lepas terhadap anak dan istri yang dengan susah payahnya datang ke Pasar Minggu. Terasa satu beban terlepas.

Sabtu 20 Juni 2015. Saya kembali ke RS. Fatmawati untuk cek darah dan ct scan. Untuk ct scan ini merupakan pengalaman saya yg pertama kali dan saya tidak tau untuk apa, seperti apa Dll. Sabtu pagi kami ( Mba Ani, Kun, Apin dan Saya) kembali ke RS. Fatmawati untuk cek darah. Saya juga sempat trauma dengan hal yang berkaitan dengan darah. pernah kejadian saat istri hamil Fikri dan usai dicek darah Saat itu saya melihat proses pengambilan darahnya, tak lama kemudian kepala saya kleyengan dan melihat ke lantai/keramik tidak terlihat adanya nat semuanya putih. Yang kedua saat khitannan anak saya ( Fikri dan Faris) saat proses khitana pingsan Faris saya tak sadarkan diri/pingsan Dan yang ketiga saya punya trauma akan jarum karena saat balita mata saya pernah ke tusuk jarum, hingga sampai sekarang jika saya melihat jarum/benda tajam maka mata saya akan nyilu. Pukul 8.20 proses cek darah selesai Dan tunhgu sekitar 1-2 jaman untuk mengetahui hasilnya. Sambil menunggu hasil dari cek darah saya ke lab ct scan pukul 9.00. Walauoun awalnya sempat takut karena ketidsktahuan apa itu ct scan, saya oasrahkan saja kepada Allah SWT. Prosespun berjalan hingga selesai. Ternyata ct scan seperti itu loh.. Seperti di rognen cuma fokus dikepala pada kasus saya. Ada lampiran lebih lanjut...:-) . ct scan selesai tinggal menunggu hasilnya besok.  . Selesai Ct scan lalu ambil hasil cek darah lalu berobat untuk analisa hasi cek darah. Hasil dari lab tersebut tidak ada masalah kecuali tensi yang tinggi 160 dan darah mengental. Usai itu baru kami pulang ke rumah dan kembali ke RS Fatmawati tertanggal 23 Juni 2015 hari Selasa. Pada hari inipun adek saya Kuncoro pamitan untuk kembalimke Bandung.



                        

Hari Ahad dan Senin pun saya lalui dan Alhamdulillah perlahan-lahan sudah mulai membaik. Kala diawal kejadian, telinga saya sangat sensitif sekali terhadap suara-suara yang bising dan berisik begitu pula kondisi kepala yang terasa klenyengan. Hingga tibalah hari ini 23 Juni 2015 hari Selasa saya berobat lagi untuk ke lab di cek eeg. Sama seperti halnya dengan ct scan, untuk eeg pun saya tidak tau prosesnya seoerti apa dan untuk apa dan ini yang pertama kali pula. Yaa ternyata eeg itu seperti itu... Ada keteranagn tersendiri.. Tepat pukul 10.50 sd 11:34 saya diproses eeg. Sambil menunggu hasil eeg hari ini jg, Mba Anpun mengambil hasil dari ct scan. Begitu hpkedua hasil selesai, sayapun berobat kembali ke Dokter syaraf dengan membawa hasil lab tersebut. Alhamdulillah dari hasil lab tersebut tidak ada masalah selain tensi yang tinggi dan pengentalan darah dan disarankan agar jangan banyak pikiran karena semakin banyak pikiran, darah akan semakin megeental serta tidak ada pengobatan khusus dan lanjutan.







Ini merupakan pendidikan yang Allah berikan kepada saya. Sangat amat mahal pendidikan/pelajaran/pengalaman yang Allah berikan kepada saya. Semua itu tak akan saya dapatkan tanpa saya alami. Ilmu dari Allah selalu ada kaoan dan dimanapun itu artinya betapa besar kasih sayang Allah terhadap ummatNYA. Lepas dari hal tersebut di atas setelah saya ingat-ingat entah ada kaitan dengan yang saya alami atau tidak, saya pernah punya pemikira sbb: dulu saya pernah punya keinginan untuk mati suri. Saya ingin merasakan seperti apa itu mati tetapi jangan mati benaran dulu tapi mati suri saja dengan tujuan agar saya dapat mengambil pelajaran dari peristiwa mati suri tersebut. Sedang pemikiran yang kedua yaitu setelah ibunda saya meninggal tanggal 23 SepTember 2012 hari Ahad. Terbesit dipemikiranku, ingin saya merasakan apa yang ibunda rasakan saat sebelum meninggal. Sayapun tidak tahu alasan pasti akan keinginanku in atau hanya sekedar ingin berbagi saja seperti apa yang ibunda radakan saat menjelang meninggalnya. Terkait akan hal itu apakah dibolehkan ataupun tidak sayapun meminta maaf dan taubat jika memang hal tersebut tidak dibolehkan dan dilarang.


Itulah pengalaman yang saya alami, semoga dapat di pambil ibroh/pelajaran bagi saya dan pembaca. Adapun tulisan saya maupun pemikiran dan keinginan saya yang tidak berkenan dan menyalahi aturan saya mohon maaf dan mohon ampunan kepada Allah SWT.

Mimpi Ibunda

Kamis, 04 Desember 2014
bekasi Kamis 4 Desember 2014.
hari ini saya bermimpi mengenai alm Ibuku dan alm Bapakku. adapunmimpi tersebut adalah: kala itu aku sedang memangku ibuku sambil mngusap-ngusap wajahnya krnberlinang air mata dan taklamakemudian ibuku hidup kembali. saya percaya tidak percaya dan aah ini hanya mimpi eeh tapi ternyata benaran dan bukan mimpi ibuku hidup kembali. aku senang sekali,ibuku berdiri dan aku rangkul lalu aku berjalan bareng dengan ibuku. bahkan aku berjalan didepan kakak dan adeku.

sepeti halnya mimpi-mimpi yang lain tiba-tiba situasi berubah. saat ini saya sedang dihadapn alm bapakku yang hendak di makamkan. saya menyaksikan/melakukan proses pemakanan bapaku mulai darimengangkat hingga memasukkan ke dalam liang kubur (beberapa kali).

awalnya saya yakin ini minpi terus berubah yakin ini bukan mimpi tapi ternyata memang mimpi.

itulah mimpiku saya tidak tahu makna dari mimpi tersebut, semuanya saya serahkan kepada Allah SWT dan meminta perlindungan kepada NYA karena DIAlah sebaik-baiknya pelindung. saya juga sempat kaget akan mimpi ini.


Sore harinya saat saya sedang cuci piring, anakku yang pertama Fikri menanyakan kepada saya yaitu: papah kepikiran eyang tidak? dalam hati saya, kok tau ya? lalu sya jawab ia.. emang kenapa saya balik tanya. fikri balas, sama Fikri juga kepikiran eyang. piki masih ingat waktu eyang meninggal dan saat dikubur hari senin.

TELAH BERPULANG.. OM BAMBANG

Minggu, 27 Juli 2014


Om Bambang

Pada hari ini Ahad 27 Juli 2014 bertepatan dengan 29 Ramadahan 1435 H telah meninggal dunia adek ibu saya yang bernama Bambang. Beliau merupakan adek ibu yang paling kecil dan laki laki satu satunya di keluarga ibu. Sedang ibu saya adalah anak pertama.  Yang saya dapat infokan berkaitan dengan Om Bambang yaitu: sakit darah tinggi dan di rawat di rumah kondisi tidak sadarkan diri. Bulik Aman dan Bulik Plumbon bergantian menjaganya (bulik Aman dan Bulik Plumbon adalah kakak dari Om Bambang dan adek adek dari ibu saya). Bergantian karena posisi Om Bambang berada di Pemalang jadi lumayan jauh dari tempat tinggal  bulik. Adapun urutan susunan keluarga ibu adalah Ibu saya, Bulik Plumbon, Bulik Aman dan Om Bambang. Selang beberapa hari saya sempat dapat kabar dari De Yuni ( anak Bulik Aman dan Om Cipto yang pertama) yaitu Om Bambang sempat muntah banyak terus selangnya di cabut dan bisa makan bubur. Dan hari ini Ahad 27 Juli 2014/ 29 Ramadhan 1435 H jam 1 siang meninggal dunia.  Semoga saja arwah beliau di terima di sisiNYA dan keluarga yang di tinggalkannya di beri ketabahan dan kesabaran aamiin.


Pertemuan kami terakhir adalah saat ibunda saya meninggal dunia yaitu tanggal 23 September 2012 dan di awal-awal tahun kami ( ibunda, Mba Ani, saya dan Fikri sempat ke Pemalang dalam acara pernikahan anak Om Bambang pada tanggal 11 Maret 2012.

SEKOLAH ANAKKU

Senin, 14 Juli 2014

Masuk Sekolah dasar dan Play Grup/Bimba

Fikri Irfan Syahmi lahir tanggal 27 November 2007 dan tidak terasa sekarang sudah menginjak usia 6 tahun 6 bulan, itu artinya sudah saatnya melanjutkan ke jenjang berikutnya terutaman di bidang pendidikan. Sebelumnya sempat masuk Paud terus di lanjutkan ke Bimba dan sekarang Bimba sudah selesai dan tentunya berlanjut  untuk mengikuti pendidikan Sekolah Dasar.  Untuki mencari Sekolah dasar di Bekasi cukup binggung pula, karena tidak ada yang di tempuh dengan jalan kaki semuanya menggunankan jasa kendaraan bermotor baik angkot ataupun ojek. Jika bisa di antar sendiri itupun lebih baik sepanjang tidak mengganggu jadwal kerja orang tua. Selain hal di atas juga kami mencermati tetangga yang anaknya sudah masuk SD. Dari amatan tersebut ada plus minusnya. Seperti jadwal yang tidak pasti jam masuk dan pulangnya. Bias berganti-ganti. System pengajaran yang kurang maksimal dalam artian orang tua pun harus maksimal mengajarkan anaknya dan menimbulkan pertanyaan.. loh di sekolah diajarkan apa yaa..? kok ada kesan kita orang tua yang maksimal mengajarkan anaknya sendiri jadi sepeerti kita sendiri yang jadi gurunya. Jika di cermati SD jaman saya dan SD sekarang memang berbeda. SD jaman saya, untuk masuk sekolah tidak harus bias baca tulis dean peran guru sangat berperan dalam hal pengajaran. Orang tua membantu proses pembelajaran terutama dalam hal pekerjaan rumah. Yaa mungkin tidak semua Sekolah dasar seperti ini ada beberapa saja mudah-mudahan. Dan nilai plusnya untuk SD sekarang bebas biaya alias gratis berbeda dengan jaman saya saat SD. selain hal di atas tersebut, ada factor lain dari pendidikan SD yang berkaitan dengan Islam. Kami sebagai orang tua ingin anak-anaknya tidak saja menuntut ilmu dunia saja tapi melainkan ilmu agamapun wajib di pelajari jadi seimbang. Apalagi melihat perkembanagan kedewasaan anak-anak jaman sekarang dapat dikatakan cepat di  dukung dengan media internet yang dapat diakses mudah oleh anak-anak bahkan dengan mudah seperti via HP. Tentunya hal-hal yang seperti ini harus jadi perhatian orang tua terhadap anak-anaknya.



Dengan alasan tersebut di atas maka kami selaku orang tua sepakat untuk menyekolahkan anak di SDIT  (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Memang disini dikenakan biaya bulanan tapi jika di lihat dari kurikulum yang ada semoga saja tidak mengecewakan. Harapan kami lainnya adalah semoga sekolah ini sudah dapat mengcover anak dalam hal pendidikan agama yang selama ini masih berjalan masing-masing. Di sekolah biasanya diajarkan  pendidikan biasa dan di luar sekolah ikut pengajian dalam arti pendidikan agama. Tapi jika di SDIT sudah dapat mencakup kedua hal tersebut, tentunyan akan sangat membantu sekali. Untuk SDIT yamg kami pilih adalah SDIT Nurul Fallah (NUFA) lokasi di Bumi Anggrek dekat dengan area rumah (Mutiara Gading Riviera). Pilih yang dekat karena terjangkau selain itu untuk proses pemberangkatan sekolah juga tidak masalah karena Fikri bias berangkat bareng dengan papahnya dan memang serah jalan ke kantor papahnya bahkan jamnyanpun sama dengan jam berangtkat papahnya. Alhamdulillah di mudahkan.


Itu cerita mengenai Sekolah Dasar anak  kami yang pertama (Fikri Irfan Syahmi) sedang untuk anak kami yang kedua (Faris Ridwan Syahmi lahir 10 Desember 2010) juga punya cerita. Pada tahun ini (2014) dia juga sudah mulai masuk Play Grup hanya saja kami dalam hal ini tidak memasukan Faris di Play Grup melainkan di BIMBA ( Bimbangan Minat Baca dan Belajar Anak Usia Dini) karena ada beberapa alasan dianataranya: di Bimba to do point, tidak masuk setiap hari, durasi waktu lebih pendek, tidak terikat dengan seragam, di tuntut dapat baca tulis yang nantinya sebagai modal masuk SD walaupun terlihat seperti dipkasakan di usia dini, tapi setelah di jalankan ternyata tidak demikian. Anak masih punya waktu main dan berkreasi selepas dari Bimba, biaya lebih murah tapi tidak mengurangi kualitas pengajaran. Itulah kurang lebihnya perihal di Bimba dan bukan berarti di PAUD itu tidak bagus. Di Play Grup pun bagus, Cuma bagi kami, kami lebih cendrung di Bimba. Akhirnya kamipun memasukan Faris di Bimba.

Alhamdulillah kedua-duanya sudah aktif belajar baik di SDIT ataupun Bimba apalgi keduanya juga sudah khitan, setidaknya sudah terbebas dari kegiatan khitan ke depannya. (baca edisi khitanan anak). Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar karena niat kami baik memeberikan pendidikan kepada anak. Dimana menuntuut ilmu itu di wajibkan atas setiap anak laki-laki maupun perempuan.

KHITANAN ANAK

Sabtu, 14 Juni 2014
Khitanan Anak
Bekasi Sabtu 14 Juni 2014
Pada hari dan tanggal tersebut adalah saat anak-anak kami melaksanakan khitanan. rencana untuk mengkhitanan anak sudah ada sejak 1tahun yang lalu dan baru terealisasi sekarang. Kami sebagai orang tuanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga kami (anak, Istri dan suami). Untuk saat ini kami mempunyai dua amanah anak yang harus kami jaga. Adapun amanah yang terdekat adalah sekolah anak yaitu SD dan paud. Untuk PAUD sudah dilaksanakan oleh Fikri Irfan Syahmi, sedang adeknya Faris Ridwan Syahmi bulan Juli tahun ini akan masuk paud. Ada pemikiran kami berkaitan dengan khitanh anak di usia dini dikarenakan waktu senggang yang cukup lama sebelum masuk Sekolah Dasar, karena jika sudah sekolah tentunya waktunya akan terbatas dan jika di ambil saat liburan sekolah, waktu liburpun tidak lama itupun juga jika proses penyembuhannya cepat sekitar 1 mingguan. Nah jika lebih tentunya akan mengganggyu jadwal sekolahnya. Akhirnya kami menyimpulkan waktu khitanan sebelum sekolah dasar. Apalagi sang anakpun udah berani untyuk si khitan.



Sejak itulah kami mulai memberikan pemgetahuan yang berkaitan dengan anjuran khitan kepada anak yang ditentukan dalam Agama Islam. Alhamdulillah tidak mengalami kesulitan dan anak bisa menerimanya walaupun belum dipastikan 100% bersedia karena baru penjajakan awal saja. Terus langkah selanjutnya adalah proses khitan dan tempat khitanannya. Berkaitan dengan proses khitanpun sebagai orang tua terutama suami masih binggung, dalam artian proses khitanan sekarang jika di bandingkan dengan yang dulu apakah berbeda atau sama. Maka dari itu kami mencari informasi yang berkaitan dengan khitan baik via internet ataupun cari info ke tetangga yang anaknya sudah di khitan. Infopun sudah di dapatkan, ternyata benar proses khitan sekarang sudah mengalami perkembangan yang cukup banyak walaupun masih ada menggunakan sistem yang lama pula. Jadi informasib proses khitan yang kami dapatkan adalah antara lain: 1. Manual di potong dengan gunting dan di jahit (sama dengan saat saya di khitan). 2. Dengan menggunakan laser dan di jahit.. 3 dengan smart klem dan tanpa jahitan. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan dengan menggunakan sistem smart klem. Begitu pula dengan masalah tempat khitananan. kamipun mencari tempat yang pas dan cocok dari segala hal baik via internet ataupun teman. setalah dapat tempat dan alamat lalu kami survai satu persatu. Akhirnya kami dah menemukan tempat yang pas.


Kami datangi tempat khitan dan kami tanya persolana khitan secara keseluruhan setelah jelas lalu kami putuskan tanggal pelaksanaan khitannya yaitu tanggal 14 Juni 2014 hari sabtu. Dipilih hari tersebut karena Fikri sudah selesai kegiatan di bimba trus belum masuk SD dan belum masuk Bulan Ramadhan dengan harapan agar semuanya beres satu persatu anak sudah di khitan, sembuh, masuk bulan Ramadhan terus masuk sekolah. Oya ternyata yang di khitanpun bukan hanya Fikri aja melainkan adeknya juga ( Faris). Awalnya kami ragu tapai ya sudahlah ga masalah setelah mendengar penjelasan dari pihak tempat khitannya..


Pas di hari H Sabtu 14 Juni 2014 saatnya untuk khitan. Jadwal khitan pukul 11.00. dengan Bismillah kami berempat berangkat dari rumah menuju tempat khitan. Hadir pula Bude ( Mba Ani) dan Buliknya ( De Aprin) ke tempat khitan. Sempat terbanyang pula akan kehadiran Eyang ( Ibu Saya). Pasti Eyang akan senang melihat cucu cucunya yang masih kecil sudah berani di khitan. Khitan pertama yaitu Fikri baru Faris. Alhamdulillah berjalan dengan baik keduanya. Walaupun sempat sakit saat di suntiik tapi wajar ko.. kan di suntik jadi tetap ada rasa sakitnya. Tapi Fikri tidak nangis, kalau Faris sempat nangis yaa namanaya masih kecil. Oya usia Fikri saat ini adalah 6 tahun  7 bulan sedang Faris 3 tahun 6 bulan. Usai proses khitan terus pakai celana barulah pulang ke rumah, Bude dan Bulikpun ikut mampir ke rumah.
 

Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik saat khitanan. Terus di lanjutkan dengan syukuran hari Rabu tanggal 18 Juni 2014. Dan pas 1 minggu sejak khitanan Alhamdulillah sudah sembuh. Jumat belajar pake celana dan hari Sabtunya sudah bisa pakai celana dan Ahadnya sudah bisa main. Yaahh itulah proses khitan anak kami, setidaknya sudah lega rasanya setelah mengkhitankan anak karena masalah khitan juga berkait dengan maslah kesiapan anak. Jika anak belum siap, tentunya tidak dapat dipaksakan. Yang terpenting anjuran dalam Islam untuk khitan sudah dilaksanakan.